Jakarta –

Read More : Mengenal Temu, Aplikasi yang Diklaim Lebih Parah dari TikTok Shop

Sembilan karyawan Google ditangkap setelah protes di kantor Google di New York dan Sunnyvale, California. Sebuah protes diadakan oleh kelompok No Take for Apartheid untuk memprotes kontrak cloud Google dengan pemerintah Israel.

Kantor Thomas Kurian, CEO divisi cloud Google, ditempati sebagai protes di kantor Sunnyvale. Sementara itu, aksi protes di New York menempati ruang publik di kantor Google di lantai 10.

Video yang dilihat oleh WIRED menunjukkan petugas keamanan Google berjalan di samping polisi menuju karyawan yang melakukan protes.

Sebuah video yang direkam di New York menunjukkan seorang pria tampak menyampaikan pesan dari manajemen Google bahwa karyawan yang melakukan protes telah diberikan cuti administratif dan diminta meninggalkan gedung dengan damai.

Ketika karyawan Google menolak untuk pergi, seorang pria berseragam memperkenalkan dirinya sebagai petugas polisi dari Departemen Kepolisian New York (NYPD) dan memberikan kesempatan terakhir kepada karyawan tersebut untuk meninggalkan kantor atau ditangkap karena menjadi penumpang.

Seperti dikutip dari WIRED, Rabu (17/4/2024), para karyawan Google yang melakukan protes kembali menolak untuk pergi, dan polisi langsung mengeluarkan borgol untuk menahan mereka.

Empat karyawan di New York dan lima di Sunnyvale ditahan oleh polisi, namun tidak diketahui apakah mereka telah ditahan atau didakwa. Di antara karyawan yang ditahan di New York adalah insinyur perangkat lunak Hassan Ibrahim dan Zelda Montes.

Penahanan tersebut merupakan buntut dari aksi duduk yang dihadiri puluhan karyawan Google yang dimulai pada Selasa (16/4). Demonstrasi tersebut diadakan untuk menuntut Google membatalkan kontrak cloud senilai USD 1,2 miliar dengan pemerintah Israel.

Kontrak tersebut merupakan bagian dari Proyek Nimbus, yang juga mencakup Amazon. Time melaporkan pekan lalu bahwa ruang lingkup kontrak tersebut mencakup penyediaan layanan langsung kepada Pasukan Pertahanan Israel.

Project Nimbus telah menjadi sasaran protes karyawan Google dan Amazon selama bertahun-tahun. Karyawan teknologi Muslim dan Yahudi mendirikan kelompok No Tech for Apartheid pada tahun 2021 setelah rincian kontrak terungkap.

Bulan lalu, insinyur perangkat lunak cloud Google Eddie Hatfield dipecat setelah melakukan protes di konferensi Mind the Tech yang berfokus pada industri teknologi Israel. Namun Google mengatakan Hatfield dipecat karena mengganggu acara perusahaan, bukan karena komentar protesnya. (vmp/vmp)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *