Jakarta –

Read More : Kematian Dokter di Malaysia Ramai Disorot, 30-40 Persen Alami Bullying

Pemerintah sedang mempromosikan Indonesia sebagai pemain utama industri nikel global. Hal ini tercermin dari produksi bijih nikel yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan rincian Neraca Sumberdaya Mineral dan Cadangan Mineral Nasional Tahun 2023 dalam Keputusan Menteri (Kipman) ESDM Nomor 132 Tahun 2024, tercatat produksi bijih nikel Indonesia mencapai kurang lebih 200 butir sepanjang tahun 2023. Juta ton tepatnya 175.617.183 ton. Faktanya, secara keseluruhan, Indonesia menyumbang 50% produksi nikel dunia.

Capaian tersebut ditopang oleh potensi nikel RI yang kaya. Apalagi berkat program devaluasi nikel yang disponsori pemerintah. Agenda hilir adalah kegiatan konversi bahan mentah yang diekspor menjadi produk setengah jadi yang mempunyai nilai tambah. Tidak dapat dipungkiri bahwa aliran bawah tanah juga mempunyai dampak yang beragam terhadap perekonomian daerah dan nasional di berbagai sektor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan nilai ekspor nikel dari program hilirisasi meningkat signifikan. Tak ayal, nilainya bisa melonjak hingga Rp 500 triliun.

“Sebelum industri smelter dibangun, kami sudah beberapa tahun mengekspor bahan mentah. Kami hanya mengekspor nikel mentah yang setiap tahunnya bernilai sekitar Rp 30 triliun. Setelah smelter dibangun, ekspor kami mencapai Rp 500 triliun.” kata Jokowi, dikutip CNBC. Halaman, Senin (1/7/2024).

Berdasarkan hasil Institute of Economic and Financial Development (INDEF), terdapat 3 provinsi penghasil nikel besar di Indonesia. Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah) salah satunya. Perusahaan yang mempunyai kehadiran besar di kawasan ini adalah PT Gunbuster Nickel Industries (PT GNI).

Dampak hilir nikel secara keseluruhan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Kehadiran PT GNI juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian melalui keberadaan smelter nikel di wilayah Morowali Utara. Bukan hanya bagi perusahaan dan negara, namun kehadirannya mendorong kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan industri.

Menarik ribuan sumber daya manusia lokal

Kehadiran industri irigasi membuka lapangan kerja bagi masyarakat Muroli Uttara. Di sisi korporasi, PT GNI berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas karyawan lokal. Diketahui, sejauh ini perseroan telah mempekerjakan ribuan tenaga kerja dari seluruh kawasan industri, baik pada tahap pengembangan maupun tahap operasional.

Head of Corporate Communication PT GNI Melissa Tanio mengatakan, pihaknya akan terus merekrut karyawan dari warga sekitar karena komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat di Moroli Uttara semakin meningkat, terutama dalam hal peningkatan pendapatan dan taraf hidup.

Melissa menuturkan, “Dengan bertambahnya jumlah karyawan di PT GNI, maka dampak ekonomi bagi masyarakat Moroli Utara akan terus meningkat. Roda perekonomian juga akan dirasakan oleh sektor lain, misalnya UMKM yang semakin meningkat pertumbuhannya.”

(diriku sendiri/diriku sendiri)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *