Jakarta –

Read More : 7 Penyebab Ban Mobil Aus Tidak Merata, Salah Satunya Kelebihan Muatan

Munculnya sepeda motor matic menyebabkan penurunan penjualan sepeda motor. Bahkan, wahana berbadan ramping ini pernah digemari pelanggan di kota besar seperti Jakarta.

Sekarang sulit menemukan sepeda motor di jalan raya. Meskipun mungkin sudah sangat tua. Tentu saja para produsen juga mulai menunjukkan ‘kemalasan’ dalam menghadirkan produk baru di segmen ini.

Andreas Tjadi, Head of Yamaha DDS Jakarta, mengatakan konsumen di Jakarta sudah mulai meninggalkan sepeda motor dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang penjualannya sangat rendah.

“Sementara tren sepeda motor sedang berubah, penjualan sepeda motor sepertinya sudah tidak signifikan lagi. Angka ini jauh dari penjualan sepeda motor matic,” kata Andreas saat ditemui di Sipet, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Ia menegaskan, pembeli moped di Jakarta masih ada, namun bisa dihitung dengan satu tangan. Meski dia membenarkan angka tersebut sebenarnya kurang dari lima persen, namun dia tidak merinci lebih jauh.

“(Pembeli di Jakarta) masih ada, tapi sangat rendah. Bahkan tidak (5 persen),” ujarnya.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selaku pabrikan saat ini menjual tiga sepeda motor yakni Vega Force Rp 18,2 juta, Jupiter Max Rp 20,4 juta, dan MX-King 150 Rp 26,6 juta. Semuanya berstatus jalanan di Jakarta.

Berdasarkan laman Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di Tanah Air pada tahun 2024 mengkhawatirkan. Faktanya, sepeda motor hanya menyumbang 5,04 persen dari 3,1 juta sepeda motor yang terjual dalam enam bulan pertama tahun ini. Atau hanya 156 ribu unit.

Sedangkan penjualan sepeda motor matic sudah mencapai 90,36 persen. Ini membuktikan bahwa moped sudah kehilangan daya tariknya. Simak Video “Konvoi Seru Pesilat Dihadang Warga Jakbar, Ini Faktanya” (sfn/din)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *