Jakarta –

Read More : Ikut tiket.com Top Spender Bisa Dapat Mobil Listrik-Voucher Jutaan Rupiah

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Commen Perin) Fabri Hendri Anthony Aref membantah pernyataan Direktur Jenderal Bea dan Pajak Kementerian Keuangan (Commenquio) Askolani terkait isi 26 ribu kontainer yang tertahan di pelabuhan Tanjung Priok. dan Tanjong Prak

Esklani sebelumnya sempat mengumumkan kepada media bahwa pihaknya telah memberikan informasi isi 26.000 kontainer tersebut kepada Kementerian Perindustrian. Fabri menegaskan Kementerian Perindustrian belum menerima surat tersebut.

Terkait pemberitaan di media massa, kami menolak menerima surat penjelasan dari Dirjen Bea dan Cukai. Kami belum menerima surat tersebut, kata Fabri di Jakarta, Kamis (1 Agustus). 2024).

Pernyataan Skolani menyebutkan, ribuan kontainer yang diimpor dari Indonesia berdasarkan Persetujuan Impor (PI) dan Pertimbangan Teknis (PRTEC) Kementerian Perindustrian dari Kementerian Perdagangan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Fabri mengatakan, pengeluaran peti kemas dari pelabuhan bukan berdasarkan perintah Kementerian Perindustrian, melainkan berdasarkan perintah Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 berdasarkan perubahan ketiga UU. perintah Kementerian Perindustrian. Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Ketentuan Impor.

โ€œKalau isi kontainer ini sudah diperiksa dengan baik oleh pihak yang berwajib, berarti tidak pernah ada masalah dengan Permendag Nomor 36 Tahun 2023. Lalu kenapa Menko Perekonomian dan Menkeu mengeluarkan Menurut Fabri, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 yang dianggap aneh oleh Kementerian Perindustrian.

Ia juga mempertanyakan barang-barang yang tidak sesuai atau ilegal yang menurutnya dimusnahkan. Menurut dia, terhadap barang haram yang dimusnahkan tersebut, harus dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan salinan protokol pemeriksaannya harus disampaikan kepada Kementerian Perindustrian.

Ia menjelaskan: “Kementerian Perindustrian membutuhkan informasi di mana benda-benda itu ditemukan dan berapa banyak isi dari 26.000 kontainer yang hilang.”

Fabru mengatakan, Kementerian Perindustrian sedang berupaya mendapatkan informasi detail mengenai isi 26.000 kontainer tersebut. Informasi ini penting dalam merumuskan kebijakan untuk mendukung industri dalam negeri dan meningkatkan daya saingnya di tengah masuknya produk impor. (Eli/Ara)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *