Jakarta –
Read More : Pramugari Cium Bau Aneh di Pesawat, Pilot Langsung Mendarat Darurat
Seorang pramugari Pakistan International Airlines (PIA) tertangkap menyelundupkan mata uang asing. Ratusan crores rupee disimpan di stoking.
Peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Allama Iqbal Pakistan pada Sabtu (27/7/2024). Petugas bea cukai bekerja sama dengan Badan Investigasi Imigrasi Federal (FIA) untuk memecahkan kasus ini.
Uang yang disembunyikan itu senilai USD 37.318 (sekitar Rp 607 juta) dan 40.000 real (sekitar Rp 173 juta). Jika dikonversikan, uang selundupan bernilai lebih dari Rp 780 juta.
Uang selundupan itu ditemukan oleh pramugari dalam penerbangan PIA dari Lahore menuju Jeddah. Karena kecurigaan petugas polisi, pramugari tersebut ditarik dan diselidiki. Pramugari tersebut diserahkan kepada tim penyidik.
Wakil Kolektor Bilal menekankan bahwa pemerintah mengikuti instruksi Perdana Menteri dan Ketua Dewan Pendapatan Federal (FBR). Mereka berkomitmen untuk menghentikan pencucian uang. Pejabat PIA juga telah diberitahu tentang kejadian tersebut.
Kebijakan mengenai membawa mata uang asing ke suatu negara berbeda-beda tergantung peraturan dan ketentuan negara tujuan. Banyak negara juga mempunyai batasan jumlah mata uang asing yang dapat dibawa masuk atau dikeluarkan tanpa pemberitahuan. Sementara itu, pemudik dalam jumlah besar umumnya diwajibkan untuk menyatakan jumlah dan jenis mata uang yang dibawanya.
Larangan membawa mata uang asing dalam jumlah besar dimaksudkan untuk mencegah berbagai kejahatan, seperti pencucian uang. Dalam kasus pencucian uang, pelaku akan menyelundupkan mata uang tersebut ke negara atau wilayah lain untuk menyamarkan asal usul uang tersebut.
Secara umum, penjahat pencucian uang menempatkan uang dari bisnis ilegal seperti perjudian, korupsi, narkoba, dan kejahatan terorganisir lainnya di negara atau wilayah lain untuk menghindari deteksi. Namun motif kasus penyelundupan uang yang dibawa oleh pramugari PIA tersebut masih dalam penyelidikan. Tonton “Grup K-Pop MAVE Memiliki Pramugari AI: Dalam Video Keselamatan Penerbangan” (wkn/fem)