Jakarta –

Read More : Momen Klopp Sendirian di Anfield Jelang Laga Perpisahan Liverpool

Jadwal penerbangan di Amerika terpaksa dibatalkan setelah terjadi masalah teknis pada jaringan komputer yang terhubung dengan instansi pemerintah dan perusahaan. Masalah teknis ini juga menghambat banyak aktivitas di sektor lain, seperti perbankan dan layanan 911.

Melansir CNN, Sabtu (20/7/2024), masalah bermula ketika perusahaan keamanan siber Crowdstrike memperbarui perangkatnya ke OS besutan Microsoft. Namun, ketika diperbarui, program yang telah selesai mengalami beberapa masalah yang mempengaruhi kinerja banyak perangkat komputasi AS.

Di antara yang terganggu adalah jaringan komputer beberapa maskapai penerbangan AS. Akibat situasi tersebut, ribuan penerbangan dibatalkan dan sisanya ditunda hingga Jumat pagi (19/7) waktu setempat.

“CrowdStrike secara aktif bekerja dengan pelanggan yang terkena dampak bug (pembaruan perangkat) yang ditemukan di host Pembaruan Konten untuk Windows. Ini bukan insiden keamanan atau serangan cyber,” tulis CEO George Kurtz di X.

“Kami telah mengerahkan seluruh staf CrowdStrike untuk membantu Anda dan tim Anda pulih dari pemadaman peralatan ini,” tegasnya.

Namun, hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, karena memerlukan waktu untuk memulai ulang secara manual sistem komputer yang lumpuh karena masalah ini. Selain itu, tidak semua perusahaan yang terkena dampak memiliki keterampilan untuk melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu, banyak perusahaan atau maskapai penerbangan yang lambat dalam memulihkan diri dari pemadaman peralatan IT ini. Artinya, lebih dari 3.000 penerbangan telah dibatalkan dan lebih dari 11.000 penerbangan ditunda di AS.

Akibat permasalahan ini, sebagian penumpang pesawat harus menginap di hampir setiap bandara di Amerika. Para penumpang tersebut juga terpaksa menunda programnya karena tidak bisa berangkat hari itu.

“Besok, saya akan mengadakan pemakaman pada siang hari dan kemudian saya akan pergi ke pesta ulang tahun saudara perempuan saya yang ke-50 pada hari Minggu,” kata Ty Kelly, salah satu penumpang yang terjebak di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta setelah penerbangannya dibatalkan.

“Benar-benar kacau. Ini membuat frustrasi dan saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” ulangnya.

Lalu ada pelancong lain yang terdampar di Pittsburgh, Pennsylvania, merasa marah karena terjebak di bandara setelah penerbangan dibatalkan. Parahnya, maskapai penerbangan yang ditumpanginya tidak mengembalikan dana tiket secara penuh.

Dia mengatakan, dia membayar Rs 7,38 crore atau Rs 7,38 crore (kurs Rs 16.190/dolar) untuk delapan penumpang tersebut. Namun pihak maskapai telah mengganti tiket senilai $100 atau Rp.

“Saya sangat marah. Ada delapan orang di grup saya, delapan orang, total harga tiket $456 dan mereka hanya mendapat $100 kembali,” kata salah satu penumpang yang marah. (jam/jam)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *