Jakarta –

Read More : Mantan Istri Bill Gates Mundur dari Gates Foundation

Di perbankan pun perjudian online (judol) sulit diberantas. Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong terciptanya sistem yang dapat mendeteksi transaksi perjudian online dengan jumlah nominal kecil.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengatakan, sistem ini mampu melacak transaksi mencurigakan di perbankan meski nominalnya kecil.

Misalnya, saat ini sangat sah jika pemerintah berupaya memberantas perjudian online dan sebagainya. Kami ingin pemerintah mengajukan permohonan agar dapat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, kata Mirza di Bank Summit Digital di Jakarta. . , Selasa (23/7/2024).

Dijelaskannya, nilai nominal transaksi perjudian online berkisar Rp 100.000. Sebaliknya, bank hanya bisa melaporkan transaksi mencurigakan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) jika melebihi Rp 500 juta.

“Tapi yang masuk laporan PPATK mungkin lebih dari Rp500 juta. Tapi kalau judi online mungkin Rp100 ribu, Rp100 ribu, Rp100 ribu,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong adanya sistem untuk menangkap transaksi dolar kecil di perbankan.

“Sekarang pemerintah sedang mengembangkan aplikasi untuk menangkap pergerakan tersebut di rekening bank. Makanya saat ini sedang digalakkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan salah satu cara yang mendorong berkembangnya praktik ilegal tersebut adalah jual beli rekening. Oleh karena itu, Direktur Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Diane Ediana Rey meminta perbankan memastikan sistemnya lebih agresif terhadap segala bentuk kejahatan keuangan, termasuk perjudian online.

“Tentunya dari hasil observasi, salah satu permasalahan yang muncul bukan hanya masalah perjudian saja, tapi juga masalah perdagangan rekening bank. Bagaimana kita bisa memastikan sistem perbankan kita semakin negatif, negatif bagi semua orang? .Jenis kejahatan keuangan,” kata Diane, Sabtu (20/7/2024) @ di akun Instagram ojkindonesia.

Pihaknya juga memblokir 7.000 akun terkait transaksi judol. Langkah tersebut merupakan upaya untuk memberantas praktik perjudian online yang semakin berkembang di Indonesia. Dia juga berharap langkah ini akan mengekang kebangkitan perjudian online.

“Kami sudah menutup sekitar 7.000 rekening. Saya kira akan ada pencegahan yang lebih besar lagi,” imbuhnya.

Saksikan juga video ‘Judol Berkarya di Jakarta Barat Meretas 855 Situs Kampus Pemerintahan untuk Iklan’;

(kg/kg)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *