Jakarta –

Read More : Manchester City Telan Kekalahan Ketujuh dari Sepuluh Laga

Suzuki telah mengumumkan akan menutup pabriknya di Thailand tahun depan. Sebaliknya, mereka akan fokus pada manufaktur di Indonesia.

Presiden PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Minoru Amano mengatakan pabrik di Indonesia tidak hanya akan memenuhi permintaan domestik tetapi juga pasar Asia Tenggara.

Terkait pabrik di Thailand, kami memutuskan untuk menutupnya dan fokus di Indonesia, namun peran dan tanggung jawab PT SIM di sini semakin besar karena kami berencana membuat model tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk ASEAN, kata Minoru Amano dari ICE. Tanggerang Selatan.

Amano menegaskan, penutupan pabrik di Thailand menyebabkan pihaknya berencana memperbanyak produk CKD di Indonesia. Namun belum ada bocoran mengenai nomor modelnya.

“Kalau kita putuskan produksi di dalam negeri, kita juga akan menyasar pasar ekspor. Kita sudah (meningkatkan produksi model CKD). Jadi tanggung jawab kita bertambah. Modelnya belum dipastikan,” ujarnya.

Berdasarkan dokumen tersebut, Amano bertugas di Thailand selama lima tahun sebelum diangkat menjadi presiden Suzuki Indonesia mulai tahun ini. Jadi, dia merasakan momen ketika pabrik diumumkan tutup.

Syaratnya, kami memiliki dua pabrik dengan kapasitas produksi signifikan di Indonesia dan Thailand. Ditambah dengan kondisi pasar mobil ASEAN, kami memutuskan untuk memusatkan produksi.

“Setelah banyak mengambil keputusan, akhirnya kami memilih pabrik Indonesia. Apalagi pabrik Indonesia punya sejarah panjang. Kami sudah menyelenggarakan produksi mulai dari stamping hingga perakitan, dari hulu hingga hilir. Kami sudah berinvestasi dan menambah tenaga kerja.” Tonton video “Kecelakaan berantai di Grecic, 6 terluka” (sfn/dry)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *