Madrid –
Read More : Arsenal Resmi Rekrut Mikel Merino
Alvaro Morata meninggalkan Atletico Madrid dan pindah ke Milan. Kapten Atletico Koke mengakui Morata diperlakukan jauh lebih keras dibandingkan pemain lainnya.
Morata meninggalkan Metropolitano setelah hanya dua musim. Striker berusia 31 tahun itu bergabung dengan Milan setelah dibeli seharga 13 juta euro dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Morata harus hengkang karena terlalu membosankan untuk dikritik terus-menerus. Belum lama ini, Morata dicap “aib” karena perannya membantu Spanyol meraih gelar juara Euro 2024 di Jerman.
Selain itu, performa Alvaro Morata bersama Atlético dinilai memenuhi ekspektasi. Selama dua musim terakhir, Morata hanya mencetak 36 gol dalam 91 pertandingan. Los Rojiblancos tidak berkompetisi di kompetisi mana pun sehingga tidak meraih gelar juara.
Koke pun menyayangkan situasi yang dialami mantan rekan setimnya itu. Pemain terlama Atletico Madrid itu memahami keputusan Morata.
“Yah, itu terjadi padanya, tapi juga pada banyak rekan satu tim kami. Benar bahwa orang-orang lebih kejam terhadap Alvaro. Menyedihkan, tapi itulah kenyataannya,” kata Koke kepada Marca.
“Dia mengalami masa-masa sulit di sini atau bersama tim nasional, dan saya yakin dia mengalaminya di Italia, karena pada akhirnya hal itu berdampak pada kita semua. Namun, di sini, di Spanyol, dia menderita karenanya.”
“Suatu kali saya pergi makan bersamanya dan dia mendengar banyak hal yang dikatakan kepadanya. Sedih memang, tapi itulah kenyataannya,” lanjut Koke.
“Itulah harga yang seringkali harus kami bayar dan ada orang yang mampu menanggungnya dan ada pula yang kurang mampu menanggungnya,” imbuhnya terkait kepergian Alvaro Morata.
Tonton video “Xavi dikartu merah, Barcelona ‘marah'” (rin/ran)