Jakarta –
Read More : Tangga Multifungsi, di Transmart Full Day Sale Jadi Rp 1 Jutaan
Angin duduk merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Sebab pada kondisi ini timbul nyeri dada.
Angin duduk bisa terjadi kapan saja, baik saat istirahat maupun saat beraktivitas. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala angina pektoris sebagai bentuk pengobatan segera jika terjadi.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kulit terbakar sinar matahari. Namun jangan khawatir, ada banyak cara untuk mencegah masuk angin.
Lalu apa penyebab seseorang mengalami angina pectoris? Lalu gejala apa saja yang Anda rasakan? Lihat artikel ini Apa itu angin sesil?
Angin duduk atau angina pektoris merupakan suatu kondisi yang menyebabkan nyeri dada. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah pada otot jantung.
Seperti dilansir Mayo Clinic, angin duduk menyebabkan seseorang merasakan sesak atau tertekan di dada. Rasanya seperti mengangkat beban berat di dada.
Beberapa luka bakar udara terjadi. Namun, sebagian orang mungkin belum bisa membedakan antara angin duduk dan jenis nyeri dada lainnya, misalnya nyeri dada angin duduk.
Arteri duduk disebabkan oleh penyempitan arteri koroner yang memasok darah ke jantung. Ketika pembuluh darah menyempit, aliran darah ke jantung berkurang sehingga membuat jantung sulit mendapatkan oksigen. Ini menyebabkan nyeri dada.
Angin duduk merupakan salah satu gejala penyakit arteri koroner yang paling umum. Penyakit ini disebabkan oleh adanya plak atau timbunan lemak pada pembuluh darah. Penumpukan ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga mencegah gejala angin duduk
Biasanya, gejala angina pektoris berupa nyeri dada yang terasa seperti ada benda berat yang diremas atau ditekan. Rasa sakit ini bisa menjalar ke seluruh bagian tubuh, termasuk leher, lengan, pakaian, punggung, dan gigi.
Ada pula gejala lain yang muncul saat seseorang mengalami angin duduk, seperti: Pusing, Mual, lemas, Keringat dingin, Jenis-jenis angin duduk.
Angina pektoris duduk terbagi menjadi dua jenis, yaitu angina pektoris stabil dan angina pektoris tidak stabil. Perbedaan apa? Berikut penjelasannya: 1. Angina stabil
Angina pektoris stabil merupakan jenis angina yang paling umum diderita banyak orang. Kondisi ini dapat terjadi saat beraktivitas dan dapat mereda dengan istirahat atau pengobatan. Contohnya adalah nyeri saat mendaki atau saat cuaca dingin.
Angina pektoris stabil dapat diprediksi dan biasanya tetap sama pada setiap episodenya. Biasanya nyeri berlangsung dalam waktu singkat, sekitar lima menit2. Angina tidak stabil
Jenis angin ini tidak dapat diprediksi dan dapat muncul dalam keadaan diam. Nyeri angina pektoris tidak stabil biasanya cukup mengkhawatirkan. Bahkan, rasa sakitnya bisa berlangsung lebih dari 20 menit.
Rasa sakit ini tidak bisa hilang hanya dengan istirahat atau pengobatan. Jika kondisinya memburuk, jantung mungkin kekurangan oksigen dan serangan jantung bisa terjadi. Segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terhadap angin duduk
Merujuk pada Cleveland Clinic, banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko angina pectoris, antara lain: kolesterol tinggi, tekanan darah, atau tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres, olahraga, atau kurang olahraga. Kapan sebaiknya Anda menemui dokter untuk angina pectoris di rumah Anda? keluarga?
Angin duduk tidak bisa dianggap remeh. Sebab, pasien berisiko terkena serangan jantung.
Jadi jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala angina pektoris dan memiliki riwayat faktor risiko penyakit jantung seperti diabetes atau hipertensi, segera hubungi dokter.
Dokter memeriksa pasien angina pektoris secara menyeluruh dan menanyakan riwayat kesehatan pasien serta riwayat penyakit dalam keluarga. Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti EKG, untuk mendeteksi ritme arus listrik jantung, mendeteksi kelainan pada struktur jantung, yang dapat menjadi masalah jika terdapat penyakit arteri koroner pada pembuluh darah vena.
Meski pilek bisa menyerang kapan saja, bukan berarti tidak bisa dicegah. Ada beberapa cara untuk mencegah angina pektoris, yaitu sebagai berikut: Pola makan yang sehat dan seimbang Mengurangi asupan lemak jenuh Membatasi asupan kalori sesuai kebutuhan tubuh Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur Menghindari stres Menjaga kesehatan pikiran Menjaga berat badan ideal Jangan merokok. atau minum minuman beralkohol Berolahraga secara teratur.
Demikian pembahasan mengenai penyebab perut kembung, mulai dari gejala hingga cara pencegahannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Tonton video “Flash di Rongga” (ilf/fds).