Bangkok –
Read More : KA Progo Ganti Gerbong, Pakai Rangkaian New Generation Mulai 15 Oktober
6 turis asing asal Vietnam dan Amerika ditemukan tewas di kamar hotel mewah Thailand. Mereka mengatakan salah satu korban mencoba mencapai pintu tetapi tidak berhasil.
Penyidik kepolisian Thailand menyatakan tidak ada bukti adanya perkelahian atau perampokan di ruangan tempat ditemukannya jenazah korban.
Media lokal awalnya menduga penembakan terjadi di hotel bintang lima Grand Hyatt Erawan Bangkok. Namun, polisi kemudian menolak laporan tersebut, dengan mengatakan tidak ada bukti adanya penembakan.
Staf kebersihan hotel menemukan jenazah para korban di sebuah kamar di lantai lima Grand Hyatt, setelah sempat check-out.
Mereka dijadwalkan check out pada Senin (15/7). Namun hingga keesokan harinya mereka tidak pernah check-out. Polisi Thailand akhirnya segera melakukan penyelidikan.
Para korban ditemukan tidak terluka. Satu-satunya luka yang ditemukan pada salah satu mayat kemungkinan besar disebabkan oleh terjatuh.
Laporan BBC, Rabu (17/7/2024), tampak kedua korban berusaha mencapai pintu kamar hotel yang dikunci dari dalam, namun tidak berhasil mencapainya tepat waktu. pelakunya meninggal
Kantor Polisi Metropolitan Bangkok mengungkapkan dalam konferensi pers terbarunya bahwa tes darah yang dilakukan menemukan bukti adanya sianida di benda asing tersebut.
Penjelasan polisi terbaru adalah pelaku maltster meracuni dirinya sendiri dan lima korban lainnya dengan sianida.
“Kami ingin memastikan bahwa satu dari enam orang yang meninggal disebabkan oleh penggunaan sianida,” kata Wakil Kepala Investigasi Kantor Polisi Metropolitan Bangkok Noppasil Poonsawas dalam konferensi pers, Rabu (17/7).
Kandungan sianida juga ditemukan pada gelas minum dan teko di kamar hotel mewah Grand Hyatt Erawan tempat ditemukannya jenazah enam warga asing tersebut pada Selasa malam (16/7).
Keenam WNA yang tewas semuanya merupakan keturunan Vietnam, dan dua di antaranya merupakan warga negara Amerika. Oleh karena itu, Biro Investigasi Federal AS (FBI) membantu menyelidiki kasus ini.
“Kami menemukan sianida dalam cangkir teh, di keenam cangkir kami menemukan sianida,” kata Trirong Phiwpan, kepala Biro Bukti Polisi Thailand, pada konferensi pers.
Polisi Thailand masih mencari turis asing yang menjadi bagian dari kelompok tersebut. Diketahui, ada tujuh orang yang telah memesan kamar untuk menginap di hotel tersebut.
Namun, yang diperiksa hanya lima orang dan tidak ada yang ditemukan, kata Kepala Polisi Metropolitan Bangkok Letjen Thiti Saengswang. Tonton video “Polisi menemukan sianida dalam cangkir bersama 6 turis tewas di hotel Bangkok” (wsw/wsw)