Jakarta –
Read More : Pria di Lebanon Kena Infeksi Penis Langka, Diduga gegara Keracunan Makanan
Kementerian Kesehatan RI akan mengeluarkan studi kedokteran khusus di rumah sakit atau perguruan tinggi, menyelenggarakan pendidikan langsung di rumah sakit. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan melalui program ini warga otomatis mendapat gaji.
“Di luar negeri semua dokter spesialis tidak harus bayar biaya kuliah, malah dibayar, Indonesia satu-satunya yang membayar dan tidak dibayar,” jelasnya di Hotel West In, Senin (29/04/2024).
Rencananya PPDS rumah sakit akan berjalan serentak pada 6 Mei dan berlaku di seluruh rumah sakit pendidikan dan swasta. Program ini diharapkan dapat mengatasi krisis atau kekurangan dokter spesialis di Indonesia yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Nanti yang akan kita prioritaskan adalah daerah-daerah yang belum mempunyai dokter spesialis. Dokter spesialis ini sudah berumur puluhan tahun, 77 tahun kemerdekaan Indonesia, tak pernah cukup, kenapa? Karena pusat pendidikan dokter spesialis sangat sedikit, yang kedua terkonsentrasi di kota-kota besar, Jakarta, Bandung, Jogja, jadi otomatis kalau ada yang masuk menjadi dokter spesialis, maka ada orang Jakarta yang masuk, bagaimana yang lain bisa bersaing dengan dokter spesialis dari daerah. dengan masyarakat Jakarta?” jelas Menkes.
“Jadi sistemnya harus kita ubah ya, kita ubah di RS yang kita ambil daripada yang dari kota, justru kita prioritaskan yang dari luar kota,” lanjutnya.
Menkes memastikan sistem PPDS yang baru tidak serta merta mengabaikan kualitas pendidikan. Ia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Amerika dan perguruan tinggi Indonesia untuk menerapkan standar pendidikan, termasuk dosen dan instruktur PPDS.
Ia juga mengatakan, standar jam kerja sedang dibahas agar tidak menimbulkan kelebihan beban bagi PPDS yang selanjutnya dapat mengganggu pendidikan dan pelayanan.
“Jam kerja standarnya apa, tidak ada, di luar, kerja 20 jam sehari karena tidak perlu kerja keras, digital bisa sakit, mekanisme kerjanya diatur, ada. jangan buang-buang waktu untuk melakukan hal tersebut kepada pihak-pihak yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, jika dibandingkan dengan banyak negara tetangga, gaji ideal PPDS minimal 15 juta rubel, namun Menteri Kesehatan Budi belum bisa memastikan jumlah tersebut.
“Pada dasarnya yang penting kita dibayar,” ujarnya. Simak video “Strategi Kemenkes Atasi Kegawatdaruratan Dokter Spesialis di Indonesia” (naf/up)