Jakarta –
Read More : Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di RI
Pengusaha Karya Konweksy Indonesia (IPKB) membeberkan kondisi krisis yang terjadi pada usahanya saat ini. Nandi Hardianman, Ketua IPKB Jawa Barat, mengatakan masuknya pakaian impor ilegal telah mengurangi permintaan di pabrik pengangkut.
Saat ini banyak pabrik yang mengurangi produksinya. Banyak pabrik juga terpaksa menjual mesin karena permintaan turun tajam.
“Kemarin tanggal 5 kita turun (demo) ke 3.500 UKM (usaha kecil dan menengah) sekedar bilang, harapan kita tidak lain, produksinya sebenarnya sudah kita hentikan 70%. Kami baik-baik saja, sampai teman kami berkata “Saya sedang menjalani bulan madu di IKM. Jadi sekarang Peraturan Menteri Perdagangan 8 Tahun 2024 mendesak, semua yang mengambil produk IKM lokal beralih ke produk impor ilegal,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI kemarin, Kamis (11/7/2024). .
Nandi mengatakan, para seniman yang bergerak di bidang pengangkutan tidak lagi punya waktu untuk menunggu. Ia meminta pemerintah mengambil tindakan agar pelaku industri transportasi kecil dan menengah bisa pulih.
“Silakan dipelajari, tapi tindakan harus segera dilakukan demi keselamatan kita karena kita padat karya,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelumnya anggota IPKB berjumlah 8.000 pengusaha. Namun, sekitar 30% pabrik tutup akibat dampak pandemi COVID-19. Sehingga 70% sisanya, kata dia, saat ini sedang menghadapi krisis akibat membanjirnya pakaian impor.
“Kita tidak punya waktu lagi, dalam satu atau dua bulan mungkin mesin atau 70% dari kita akan mati. Apa lagi yang kita perlukan? Pengangguran?” Dia berkata.
Saat ini para pengusaha di industri TPT sedang menghadapi krisis akibat berbagai permasalahan, salah satunya adalah membanjirnya pakaian impor ke Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak pabrik tekstil ditutup dan terjadi PHK.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengungkapkan industri TPT di Indonesia berada dalam kondisi ‘darurat’ setelah puluhan pabrik tutup dan lebih dari 13.000 pekerja terkena PHK akibat dampak pasar global dan membanjirnya produk impor. . dari China.
TONTON JUGA VIDEO: Jeritan UKM Jabar Diserang Barang Impor Ilegal
(ada/gambar)