Jakarta –
Read More : Harap Bersabar, Suzuki Belum Jual Swift Terbaru di Indonesia
Insentif mobil hybrid diyakini akan berdampak baik bagi pemerintah. Bagaimana itu?
Insentif penggunaan kendaraan ramah lingkungan diharapkan juga dapat diperluas ke mobil hybrid. Seperti diketahui, saat ini hanya mobil listrik baterai yang mendapat insentif pemerintah. Insentifnya berkisar dari tiket masuk gratis ke daerah asing hingga PPN 10 persen yang ditanggung pemerintah.
Padahal, jika insentif juga diberikan pada mobil hybrid, maka pemerintah juga akan merasakan manfaatnya.
“Mobil hybrid jelas telah mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi polusi dan tidak memerlukan infrastruktur berupa stasiun pengisian daya, dapat membantu mempercepat Perjanjian Paris yang ditandatangani Indonesia dan juga dapat membantu subsidi bahan bakar sebesar 500 triliun”. penggunaannya menurun dari “Penggunaan hibrida itu baik untuk pemerintah,” kata Presiden Gaikindo I Jongkie Sugiarto seperti dikutip Antara.
Dari segi emisi, mobil hybrid masih mengeluarkan emisi. Namun, emisinya jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional. Hal ini tentunya sejalan dengan visi pemerintah untuk menurunkan emisi menuju netralitas karbon.
Saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan isu pemberian insentif bagi mobil hybrid. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan bahwa pemerintah tengah menyusun aturan mengenai insentif mobil hybrid. Dia menjelaskan, insentif tersebut berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah (DTP). Namun jumlahnya tidak dijelaskan lebih lanjut.
Saat ini PKB dan BBNKB mobil hybrid sama dengan mobil bermesin pembakaran dalam, yakni 12,5 persen. dan 1,75 persen mencapai 14,25 persen. Sedangkan tarif PPnBM mencapai 6 persen pada tahun 2021. PP 74.
Rencana tersebut disambut antusias oleh produsen yang menjual mobil hybrid di Tanah Air. Misalnya Toyota yang lebih banyak menjual model hybrid di Indonesia, akan sangat senang jika mobil bermesin dan baterai konvensional mendapat insentif di masa depan.
“Hybrid, baik plug-in atau tidak, itu yang dibutuhkan pemerintah dan masyarakat. Yang penting lebih hemat bahan bakar, sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih rendah,” kata Henry Tanoto, Vice President PT Toyota, baru-baru ini kepada Astra Motor.
Kedua, emisi yang lebih baik, yang merupakan hal yang kita semua pedulikan. Ketiga, produksi lokal, kami sudah menunjukkan bahwa hybrid kami, Zenix dan Yaris Cross diproduksi secara lokal. Jadi kami sangat senang, sangat senang ada insentif hybrid. Henry melanjutkan.
Suzuki pun demikian. Selain itu, model hybrid juga mulai mendominasi penjualan Suzuki saat ini.
“Kami berharap tidak ada perbedaan kebijakan, kami berharap semua yang tercakup dalam program LCEV bisa mendapatkan insentif yang sama, baik itu teknologi hybrid maupun teknologi kendaraan listrik baterai. Jadi, secara umum, jumlah produk yang dihasilkan di Indonesia akan meningkat. ,” dia berkata. Wakil General Manager Penjualan dan Pemasaran PT SIS 4W Donny Ismi Saputra. Simak video “Detik-detik Avanza Masuk Parit Tol Sidoarjo dalam Aksi Tabrak Lari” (kering/rgr)