Jakarta –
Read More : Marotta Senang Persaingan Scudetto Berjalan Sengit Musim Ini
Sebagai juara bertahan, Italia menjuarai Euro 2024 dan tersingkir di babak 16 besar. Namun mereka masih bisa menyelamatkan mukanya jika Turki yang dipimpin pelatih Vincenzo Montella bisa meraih hasil luar biasa di Jerman.
Italia menjadi penyuplai pelatih terbesar di turnamen ini. Lima dari 24 tim peserta menggunakan layanan Pizza Land’s Tactics.
Selain Montella, ada Luciano Spalletti yang melatih Italia, Marco Rossi, Hongaria, Francesco Calzona, Slovakia, dan Domenico Tedesco yang melatih Belgia. Nama terakhir sebenarnya berasal dari Jerman, namun ia lahir dari orang tua Italia.
Namun kiprah empat nama lainnya kurang cemerlang. Hongaria tersingkir dari babak penyisihan grup meski meraih kemenangan heroik atas Skotlandia di pertandingan terakhir. Sempat lolos ke babak gugur dengan susah payah, Italia akhirnya kalah dari Swiss dengan dua gol tak terjawab.
Belgia kalah bersaing dengan Prancis di babak 16 besar dan harus menerima kekalahan 0-1. Sementara itu, Slovakia tak mampu mempertahankan keunggulan satu gol di penghujung pertandingan dan akhirnya kalah 1-2 dari Inggris di babak yang sama. Dalam praktiknya, hanya Turki yang mengalami kemajuan.
Jika dipikir-pikir, penampilan bagus Turki bersama Montella tidak terlalu mengejutkan. Mereka lolos ke babak penyisihan Euro 2024 sebagai juara Grup D, mengungguli Kroasia, Wales, Armenia, dan Latvia. Kekalahan 3-0 Jerman dari Portugal menunjukkan semangat juang mereka.
Kemenangan 3-1 atas Georgia di leg pertama dan kemenangan 2-1 atas Ceko di laga terakhir penyisihan grup disusul kemenangan 2-1 atas Austria di perempat final. Hasil tersebut membalas kekalahan telak 1-6 dari lawan yang sama pada bulan Maret sebelumnya.
Montella menggabungkan nama-nama berpengalaman seperti Mert Gunuk, Cenk Tosun dan Hakan Calhanoglu dengan bintang-bintang muda seperti Arda Güler dan Kenan Yıldız. Alhasil, Turki lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 2008.
Pencapaian tersebut jelas bukan yang terbaik, karena Turki berhasil mencapai babak semifinal 16 tahun lalu. Sekarang Montella harus menjawab pertanyaan itu. Mampukah ia mengantarkan Al Hilal melaju jauh, atau setidaknya menyamai rekor sebelumnya?
Turki akan menghadapi Belanda pada babak perempat final di Berlin pada Minggu (7/7) pukul 02:00 WIB.
(adp/nds)