Jakarta –
Read More : Musim Joshua Zirkzee Terancam Sudah Selesai
Partai buruh membantah angka pemerintah yang menyatakan bahwa 27.000 pekerja diberhentikan antara bulan Januari dan Mei 2024. Menurut penelitian mereka, jumlah PHK jauh lebih tinggi.
Ketua Umum Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada kesenjangan data antara Kementerian Sumber Daya Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Buruh.
“Catatan R&U dari KSPI dan Fuglaflokkor yang dirilis berbeda dengan angka dari Kementerian Sumber Daya Manusia. Angka dari Kementerian Sumber Daya Manusia dalam tiga bulan terakhir berjumlah 27.000, sedangkan angka Litbang dari Serikat Rakyat dan KSPI berjumlah 127.000 pekerja. di-PHK di industri tekstil,” kata Iqbal di Kawasan Patung Kuda Arun Wijaya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).
Oleh karena itu, Iqbal meyakini jumlah pekerja yang terkena PHK di industri TPT bisa kembali meningkat. Dia menduga jumlah PHK bisa mencapai puluhan ribu jika Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak menghapus sejumlah aturan yang mempersulit pekerja penerima upah untuk bekerja.
Diperkirakan 20.000 lebih pekerja kurir dan angkutan barang akan diberhentikan jika perintah Menteri Perhubungan atau Direktur Perhubungan Darat tidak dicabut, ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Sumber Daya Manusia dalam situs satudata.kemnaker.go.id mencatat ada 27.222 pegawai yang diberhentikan pada periode Januari-Mei 2024. Jumlah yang diberhentikan pada Januari (3.332 pegawai), Februari (7.694 pegawai). ), Maret (12.395 pegawai), April (18.829 pegawai) dan Mei (27.222 pegawai).
Saksikan video “Tolak PHK di Industri TPT, Buruh Demo di Patung Kuda di Jakarta Pusat”:
(senja/senja)