Jakarta –

Read More : Speedboat Nahas di TN Komodo, Terbalik tapi 29 Turis Selamat

Dulu, banyak orang Jerman yang tertarik dengan kehidupan Telaga Sarangani dan merasa betah. Pasalnya danau ini memiliki keindahan alam dan iklim yang sejuk.

Telaga Sarangan di Plaosan Kabupaten Magetan mempunyai daya tarik alam yang sangat indah. Selain keindahannya, tempat ini juga menyimpan jejak sejarah.

Pengulas Sejarah Sosial Surabaya Nur Setiawan mengatakan, kawasan Danau Sarangan merupakan tempat favorit masyarakat Jerman untuk tinggal. Mereka datang ke sini dengan kebutuhan berbeda.

“Orang Jerman ada di sini dari tahun 1900an hingga 1930an. Mereka datang untuk tujuan perdagangan dan perniagaan,” kata pria yang diidentifikasi hanya sebagai Vavan.

“Juga ada yang dibawa oleh penjajah. Biasanya staf spesialis seperti insinyur dan sebagainya,” lanjutnya.

Kedatangan tentara Jerman bukanlah suatu kejadian di Danau Sarangan. Mereka memilih tinggal di sini karena keindahan alam dan iklimnya yang sejuk.

“Sekarang Sarangan digunakan orang Jerman sebagai tempat tinggal atau istirahat. Sebaliknya pekerjaan mereka tetap di kota-kota besar di Indonesia atau Pulau Jawa,” kata Wawan.

Namun hubungan diplomatik antara Belanda dan Jerman memburuk ketika pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1939. Belanda yang masih berkuasa mengepung Sarangan yang merupakan warga Jerman.

Dugaan saya, Belanda sengaja mengisolasi orang Jerman di Telaga Sarangani agar tidak kabur, jelas Wawan.

Jepang adalah kekuatan, Jerman adalah cinta

Tak lama setelah itu, Jepang mampu menguasai Indonesia. Tentara Jerman kemudian dapat kembali beraktivitas normal di Telaga Sarangan, karena kedua negara berada dalam satu kubu.

“Selama Perang Dunia II, Inggris, Amerika, Australia dan Belanda merupakan bagian dari aliansi. Jerman dan Jepang berada di grup inti. Uni Soviet memisahkan diri, disusul Italia. Saat itu ada 3 sumbu besar,” kata Wawan. .

“Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, otomatis rakyat Jerman menjadi sekutu Jepang, bahkan beberapa tentara Nazi juga datang ke kawasan Telaga Sarangan,” imbuhnya.

Meski Jepang kemudian meninggalkan Indonesia, namun warga Jerman tersebut memutuskan untuk tetap tinggal di Telaga Sarangan. Pertimbangan keselamatan dan keamanan menjadi isu utama.

“Tahun 1945 Jepang kalah dan keluar dari Indonesia, tapi orang-orang Jerman lama yang ada di sini tetap tinggal. Kalau mereka kembali, sama saja bunuh diri, karena diburu Amerika dan Soviet,” jelas Wawan.

Tak lama setelah kepergian Jepang, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. Namun pada bulan Oktober 1945, pasukan Inggris masuk.

Berikut berita terpopuler detikTravel pada Selasa (7 Februari 2024):

Saksikan Balapan Speed ​​Boat di Danau Sarangan Magetan (minggu/wkn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *