Jakarta –
Read More : Bukan Jepang, Suporter Timnas Lebih Deg-degan Sama Rumput GBK
Perwakilan pemerintah India mengunjungi pabrik Foxconn yang memproduksi iPhone dan menanyakan beberapa pertanyaan tentang kebijakan perekrutan perusahaan tersebut.
Penyelidikan tersebut menyusul laporan bahwa pembuat iPhone menolak mempekerjakan wanita yang sudah menikah, seperti dikutip detikINET Reuters, Jumat (7 Mei 2024).
Pada tanggal 1 Juli, lima pejabat dari Kementerian Tenaga Kerja India mengunjungi pabrik Foxconn di Chennai, Tamil Nadu. Kemudian mereka berbicara dengan manajer pabrik dan staf HR.
Baik Foxconn maupun Apple belum merilis pernyataan publik apa pun mengenai pemeriksaan Kementerian Tenaga Kerja India.
Namun yang jelas, pemeriksaan tersebut dilakukan atas perintah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang memerintahkan penyelidikan terhadap praktik perekrutan karyawan di perusahaan tersebut.
โKami sedang mengumpulkan informasi dan meminta perusahaan untuk menyerahkan dokumen seperti kebijakan perusahaan dan kebijakan perekrutan,โ kata komisaris tenaga kerja setempat A. Narasia.
Ia juga menuntut bukti kepatuhan terhadap peraturan kerja di perusahaan, serta informasi tentang tunjangan dan pensiun untuk kehamilan dan persalinan.
โMereka bilang mereka tidak membeda-bedakan,โ katanya.
Narasia juga mengatakan, menurut catatan, pabrik Foxconn mempekerjakan 41.281 orang, termasuk 33.360 perempuan, dan sekitar 2.750 atau 8% sudah menikah.
Namun Foxconn tidak membeberkan berapa banyak perempuan menikah yang bekerja di industri tertentu, salah satunya di jalur perakitan iPhone. Padahal kantor berita Reuters sebelumnya menyebutkan bahwa kawasan ini merupakan kawasan terjadinya diskriminasi.
Namun, menurut Narasia, penyelidik ketenagakerjaan mewawancarai 40 perempuan menikah di pabrik tersebut dan tidak satupun dari mereka menyebutkan pelecehan.
Investigasi Reuters menemukan bahwa Foxconn terlibat dalam diskriminasi sistematis, termasuk tidak mempekerjakan perempuan yang sudah menikah untuk merakit iPhone. Pasalnya, perempuan-perempuan tersebut dianggap memiliki tanggung jawab rumah tangga yang lebih banyak dibandingkan perempuan yang belum menikah.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Foxconn tidak melarang peraturan tersebut, terutama pada periode peningkatan produksi di pabrik.
Laporan tersebut menimbulkan kegemparan di India, dan banyak partai politik, termasuk partai Perdana Menteri Modi, meminta pemerintah untuk menyelidiki masalah tersebut. Saksikan video “Auditor TI mengungkap kemungkinan pabrik Apple di Indonesia” (asj/asj)