Jakarta –

Read More : 6 Gejala Kanker Usus Besar yang Bisa Dialami Anak Muda, Termasuk Kram Perut

PT Sarana Multigriya Financial (Persero) disingkat SMF buka-bukaan alasan pihaknya meminta penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,89 triliun. Menurut SMF, dibutuhkan anggaran triliunan untuk mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (LFPP) Kredit Pembiayaan Rumah (KPR).

Direktur Utama SMF Ananta Waigo awalnya menjelaskan kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan rumah yang dibangun di Indonesia (backlog) saat ini mencapai 9,9 juta rumah. Untuk mengatasinya, pemerintah juga memperkenalkan program LFPP CPR. KPR SMF termasuk dalam LFPP dengan porsi pendanaan sebesar 25% dari kebutuhan pendanaan keseluruhan program.

Sebanyak 25% mencapai Rp 7,02 triliun pada tahun 2024. Oleh karena itu, Anta menjelaskan, total PMN Rp 1,89 triliun yang diajukan pihaknya akan dialokasikan seluruhnya pada program KPR LFPP. Sedangkan sisa pinjaman akan dihimpun dengan penerbitan jaminan.

“PMN Rp 1,89 triliun. Sisanya meminjam dari pasar modal SMF yaitu dengan menerbitkan jaminan pinjaman. PMN 100% didedikasikan untuk KPR LFPP saja, bukan komersial,” kata Ananta di Kompleks DPR RI, Senyan, Jakarta Pusat. Senin (1/7/2024).

Sejak mengambil alih KPR LFPP pada 2018, Ananta menjelaskan pihaknya telah menyalurkan dana sebesar Rp21,46 triliun yang terdiri dari dana PMN sebesar Rp9,33 triliun dan dana utang sebesar Rp12,31 triliun. Sebanyak Rp 21,46 triliun disalurkan untuk program FLPP CPR kepada kurang lebih 600 ribu rumah tangga. Untuk tahun 2024, Ananta mengatakan total dana yang terkumpul pihaknya telah terkumpul sebesar Rp 1,89 triliun untuk 166 ribu rumah tangga yang ditawarkan dengan skema LFPP CPR.

Dengan adanya PMN, Ananta mengatakan kondisi keuangan SMF akan membaik. Akan ada sedikit peningkatan pada total aset, liabilitas, dan pendapatan operasional perseroan. Begitu pula dengan laba bersih, dengan PMN, laba bersih SMF pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp 492 miliar, sedangkan tanpa PMN sebesar Rp 486 miliar.

Berdasarkan hasil analisis kelayakan, Ananta mengatakan PMN sebesar Rp1,89 triliun akan memungkinkan SMF mengurangi beban keuangan pemerintah melalui program KPR LFPP.

“Untuk analisa finansial dilihat dari IRR dengan discount rate 4,45% maka mixed cost IMF IRR sebesar 9,61% sedangkan NPVnya positif Rp 998 miliar, artinya menunjukkan bahwa investasi PMN layak secara finansial. apakah LFPP itu penyaluran KPR. Dibutuhkan 166 ribu unit,” imbuhnya.

Untuk itu kami meminta agar usulan perusahaan sebesar Rp 1,89 triliun untuk program KPR LFPP untuk 166 ribu rumah disetujui, tutupnya. (Das/Das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *