Jakarta –

Read More : Pengusaha Tolak Iuran Tapera!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian dunia akan melambat pada tahun ini. Penyebab utama situasi ini adalah krisis geopolitik global akibat konflik Israel dan Iran.

Konflik geopolitik global tersebut memberikan tekanan pada harga komoditas global, mulai dari harga minyak dunia, nilai tukar mata uang, inflasi, dan suku bunga global. Selain itu, rupiah mencapai Rp 16.200/USD karena kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral AS, Federal Reserve Bank.

“Bisa dikatakan karena kondisi lingkungan global, prakiraan perekonomian global tidak memungkinkan turun ke level yang lebih rendah. Dan sampai tahun 2024 belum ada yang mendukung pergerakan tersebut,” kata Sri Mulyani pada tahun 2024 April dalam APBN kita terbitan. Pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/04/2024).

Sri Mulyani mengatakan, situasi geopolitik global masih terus berlanjut dan bahkan menjadi topik pembicaraan utama dengan para pemimpin dunia. Faktanya, ungkapan ini menjadi fokus utama para pengambil kebijakan. The Fed sendiri dikabarkan masih berencana menunda penurunan suku bunga.

“Di masa lalu, pasar mengharapkan penurunan suku bunga beberapa kali pada tahun 2024. Data terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut telah mengakhiri ekspektasi pasar, karena tampaknya The Fed akan mempertahankan suku bunga utamanya dan penghentian berikutnya dapat terlihat. Data total aktivitas dan harga ada untuk memastikan bisa disesuaikan,” jelasnya.

“Dalam situasi ini, ada ekspektasi yang perlu diubah. Karena perubahan ini, US Treasury coin masih naik dan indeks dolar juga naik. Jika dolar kuat, mata uang negara lain akan turun. Menyerahlah. ,” dia berkata. lanjutan.

Selain itu, beliau juga menjelaskan perkiraan pertumbuhan ekonomi berdasarkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF). Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 3,2%, tidak berubah dibandingkan skenario pertumbuhan tahun 2023 yang juga mencapai 3,2%.

“Dibandingkan tahun lalu akan terhenti. Lembaga lain seperti OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia lebih rendah dari perkiraan IMF sebesar 2,9%, bahkan Bank Dunia lebih rendah lagi,” ujarnya.

Sedangkan pertumbuhan Indonesia seharusnya berada pada angka 5,0 persen. Sementara itu, pada tahun 2025 Sri Mulyani mengatakan IMF memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,1%.

Situasi global sedang melemah dan meningkatnya tekanan harga properti, inflasi, dan suku bunga akan mempengaruhi aktivitas seluruh dunia terutama di bidang manufaktur. Indonesia masih dalam kondisi ekspansi yang baik, ujarnya. menyimpulkan.

Tonton juga video ini: Lebaran 2024 Perputaran perekonomian Indonesia diperkirakan mencapai 369 miliar

(shc/das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *