Jakarta –
Read More : Nico Gonzalez: Aku Bukan Rodri yang Baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan penyebab harga beras masih tinggi. Menurut dia, harga pangan saat ini sedang naik di seluruh dunia karena rendahnya produksi, termasuk beras.
Ia mengatakan, penyebab utama tingginya harga beras adalah menurunnya produksi akibat kekeringan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Produksi yang minim berarti pasokan sedikit dan harga beras meningkat.
Mengapa produksi turun? Karena terjadi kekeringan, bukan hanya di Indonesia, tapi gelombang panas panjang di banyak negara, jelas Jokowi saat berkunjung ke gudang Bulog Bintok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Jumat (28/6/2021) lalu. ) Sudah ditulis. 2024).
Jokowi mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi untuk menjaga pasokan agar harga beras tetap rendah
Namun orang nomor satu di Indonesia ini juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepuasan petani dan keterjangkauan konsumen. Harga di pasar tidak boleh terlalu rendah agar pedagang dan petani tetap dapat memperoleh keuntungan.
“Pemerintah harus menjaga keseimbangan, itu tidak mudah, menjaga keseimbangan agar harga membahagiakan petani, harga pasar juga membahagiakan masyarakat. Tapi ya, itu tidak mudah,” kata Jokowi.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kg. Bantuan pangan ini akan berlanjut hingga bulan Desember, namun diberikan setiap dua bulan sekali, artinya bantuan pangan akan diberikan pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember.
“Januari dapatnya? Februari dapatnya? Maret dapat? April dapat? Juni dapat? Juni nanti Agustus, Oktober, Desember. Lanjut terus ” “Desember,” kata Jokowi.
Hasil pantauan Panel Harga Nasional Badan Pangan Nasional menunjukkan hingga saat ini rata-rata harga beras jenis premium nasional tercatat sebesar Rp15.550 per kilogram (kg). Sedangkan harga rata-ratanya Rp 13.550 per kilogram.
Tonton video “Harga Beras Naik!”:
(bicara/gambar)