Jakarta –
Read More : Resmi Jadi Menkop, Budi Arie Bakal Rebranding Koperasi Dalam 100 Hari
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan anggaran yang diterima Kementerian Perdagangan (Kemendag) setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Tahun depan, Kementerian Perdagangan meminta restu Komisi VI DPR untuk menambah anggaran 2025 menjadi Rp 2,4 triliun.
“Anggaran kita terus turun dari Rp 3 triliun menjadi Rp 2,4 triliun, kembali menjadi Rp 2,1 triliun dan kembali menjadi Rp 1,9 triliun. Kini mencapai Rp 1,65 triliun. Jadi “tidak kemana-kemana, cukup menggunakan anggaran biasa,” jelas menteri yang biasa disapa Zulkhas itu dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (13/6/2024).
Dibandingkan tahun ini, anggaran tahun depan berkurang 16% atau Rp300 miliar. Zulhas kemudian membandingkan anggaran tahun 2021 yang sebesar Rp 3,2 triliun.
“Turun menjadi Rp 1,6 triliun, hanya separuh dari penurunan tahun 2021,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Mendag mengusulkan penambahan anggaran tahun depan sebesar Rp 2,4 triliun. Meski Zulhas mengaku pesimistis kementerian yang dipimpinnya akan memenuhi permintaan tersebut. Ia juga menyatakan ingin anggaran Kementerian Perdagangan ditingkatkan menjadi Rp 2,4 triliun saja.
“Kalau jadi Rp 2,4 triliun, (walaupun) sudah tidak mungkin lagi, totalnya hanya Rp 2,4 triliun pak, jadi ini bukan kenaikan, jadi naiknya berapa? Kalau bisa, itu saja sudah cukup, Pak.” – kata Zulkhas.
Tambahan anggaran ini dimaksudkan untuk mendorong Indonesia bersaing dengan negara lain, khususnya di bidang ekspor. Oleh karena itu, diperlukan pengeluaran yang cukup untuk meningkatkan ekspor.
“Kita ingin ekspor, kita ingin bersaing dengan negara lain, kita ingin meningkatkan ekspor. Walaupun kita sudah meningkatkan ekspor, apalagi sekarang mereka meminta kita berkembang dari negara tradisional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kementerian Perdagangan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggaran tahun 2025 ditambah Rp 2,4 triliun sehingga anggaran Kementerian Perdagangan menjadi Rp 4 triliun.
Pertama, meningkatkan peran 46 perwakilan dagang di negara tujuan ekspor dalam bentuk promosi dagang, riset pasar, forum bisnis, dan networking bisnis senilai Rp900 miliar.
Kedua, untuk mendorong perdagangan antar daerah, misi dagang tiap wilayah Indonesia dan perlindungan konsumen senilai Rp 700 miliar.
Ketiga, meningkatkan ekspor produk teknologi menengah dan tinggi berupa pameran dagang, misi dagang, integrasi informasi ekspor, pengembangan UMKM ekspor dan pengamanan perdagangan senilai Rp 800 miliar. (apa saja/hns)