Jakarta –
Read More : Jumlah Pelanggan Netflix Naik, Harga Langganan Juga Naik
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membocorkan jadwal lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz. Hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh para operator seluler yang ingin meningkatkan kualitas layanan dan mengadopsi teknologi terkini, seperti jaringan 5G.
Denny Setiawan, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Direktorat Jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan pihaknya berencana segera melelang frekuensi di kedua pita tersebut.
“Kami memang ingin secepatnya mendukung perkembangan jaringan dan teknologi telekomunikasi di Indonesia, namun aturannya (lelang) masih kami kerjakan,” kata Denny 2024 di acara Cellular Awards, menurut laporan yang diperoleh detikINET . .
Sekadar info, frekuensi 700 MHz yang sebelumnya digunakan untuk siaran analog kini memberikan alokasi digital sebesar 112 MHz menyusul berakhirnya siaran televisi analog dan peralihan ke televisi digital yang dikenal dengan Analogue Switch-off (ASO). Dari 112 MHz tersebut, 2 x 45 MHz atau 90 MHz diperuntukkan bagi jasa telekomunikasi.
Sedangkan frekuensi 26 GHz yang rencananya akan dilelang Kominfo adalah bandwidth 2,7 GHz. Dari empat operator seluler yang aktif, semuanya sudah menyatakan minat untuk mengikuti lelang spektrum 700 MHz dan 26 GHz.
Frekuensi 700 MHz mempunyai jangkauan yang luas. Sementara itu, frekuensi 26 GHz memiliki keunggulan bandwidth yang tinggi sehingga cocok untuk teknologi 5G.
Sementara itu, Kepala Ericsson Indonesia Roni Nurmal Darmayusa menjelaskan penggunaan kecerdasan buatan atau AI harus didukung dengan infrastruktur jaringan yang tepat seperti 5G.
“Jadi jika ada 5G, industri teknologi dan telekomunikasi akan mudah menerapkan AI yang kuat,” jelasnya.
Denny juga mengungkapkan sebelumnya, Kominfo berencana merilis tiga spektrum lagi yakni 2,6 GHz, 3,3 GHz, dan 3,5 GHz pada tahun 2025 untuk pita 700 MHz dan 26 GHz setelah lelang.
Pita frekuensi 2,6 GHz digunakan untuk layanan satelit siaran atau Broadcast Satellite Services (BSS), dengan bandwidth 150 MHz pada rentang 2.520-2.670 MHz.
Pita frekuensi 3,3 GHz dan 3,5 GHz selanjutnya digunakan untuk akses nirkabel pita lebar (BWA) dan layanan satelit tetap. Sebagian besar bandwidth 3,3 GHz akan tersedia setelah migrasi BWA pada tahun 2022, dan kemudian spektrum 3,5 GHz akan tersedia secara bertahap di beberapa wilayah.
Sementara itu, rencananya akan mengalokasikan 2 x 45 MHz atau 90 MHz dari pita frekuensi 112 MHz hingga 700 MHz untuk layanan telekomunikasi. Sedangkan bandwidth pita frekuensi 26 GHz yang rencananya akan dilelang Kominfo adalah 2,7 GHz.
Tonton video “Alasan Kominfo Batal Blokir X” (agt/agt)