Jakarta –
Read More : Harga Naik! Langganan YouTube Premium di Indonesia Makin Mahal
Apple ingin memangkas jumlah pekerja di jalur perakitan iPhone sebesar 50 persen dalam beberapa tahun ke depan. Pekerja perakitan ini akan digantikan oleh otomatisasi.
Rencana Apple tersebut terungkap melalui laporan dari The Information. Menurut laporan tersebut, arahan tersebut datang dari SVP Operasional Apple, Sabih Khan, yang meminta mitra manufaktur Apple untuk mengurangi jumlah karyawannya.
Keputusan itu diambil tak lama setelah perselisihan antara pekerja Foxconn dan polisi di pabrik Foxconn di Zhengzhou, Tiongkok, pada November 2022. Foxconn adalah produsen utama iPhone dan produk Apple lainnya.
Untuk mengurangi jumlah karyawan, The Information melaporkan bahwa Apple akan terus menyediakan produksi otomatis kepada karyawan. Dulu, proyek ini terkendala mahalnya biaya pembelian mesin yang bisa mencapai ratusan juta dolar setiap tahunnya.
Menurut data yang dirilis Apple dalam laporan pemasok tahunannya, jumlah pelanggan dan mitra manufakturnya turun dari 1,6 juta pada tahun 2022 menjadi 1,4 juta pada tahun 2023.
Fungsi ini telah ditambahkan ke jajaran iPhone 15, yang mencakup otomatis lebih besar. Proyek ini dilaporkan telah memberhentikan ribuan pekerja yang merakit iPhone di Tiongkok.
Menurut 9to5Ma, “upaya ini dan upaya serupa telah menyebabkan Apple dan mitranya memberhentikan ribuan pekerja di Tiongkok,” menurut orang yang bekerja di rantai pasokan Apple.
โUntuk beberapa proses, mereka mengurangi jumlah pengguna sebesar 30 persen, seperti menghasilkan halaman satu pengguna di iPhone,โ lanjutnya.
Untuk mempersiapkan iPhone 16 tahun ini, Apple terlebih dahulu berencana mengubah cara pemasangan tombol, speaker, dan komponen iPhone lainnya di mesin. Namun, proyek tersebut dibatalkan karena cacat serius.
Langkah Apple untuk mengubah proses perakitan dan mesinnya memungkinkannya mengalihkan produksi iPhone ke negara-negara selain Tiongkok, termasuk India, Vietnam, dan Thailand, dalam upaya mengubah rantai pasokannya di Asia Tenggara.
Tonton video “Terima Kasih iPhone 5s” (vmp/afr)