Milan –
Read More : Update Harga Galaxy A56, A36 & A26 Juni 2025: Ada yang Turun?
Generasi muda akan sangat merasakan dampak perkembangan AI, karena tidak hanya akan meningkatkan kreativitas mereka, namun akan membantu memecahkan masalah yang kompleks dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan interdisipliner.
Francis Wong, kepala pemasaran produk Realme, menekankan peran penting ponsel cerdas dalam mendorong penggunaan dan adopsi aplikasi AI sebagai platform teknologi utama. Menurutnya, smartphone tidak hanya sebagai alat komunikasi saja, namun juga sebagai sarana memberikan kesempatan kepada generasi muda melalui kecerdasan buatan.
“Ponsel cerdas akan menjadi perangkat yang paling banyak digunakan pengguna untuk berinteraksi dengan kecerdasan buatan di masa depan, terlepas dari bagaimana fitur ini berkembang di masa depan,” kata Wong pada panel setelah peluncuran Realme GT 6 di Milan, Italia.
“Kami berharap semua perusahaan AI besar akan berkolaborasi dengan produsen ponsel pintar dalam berbagai aplikasi untuk memperluas basis pengguna dan mengkomersialkan model mereka melalui perangkat seluler. Oleh karena itu, ponsel pintar penting dalam membentuk persepsi dan pengalaman pengguna terhadap AI. dikatakan. Tren AI di ponsel pintar
Dalam tren industri ponsel pintar saat ini, fitur-fitur AI biasanya berfokus pada tiga bidang utama: pemrosesan gambar, asisten cerdas, dan kemampuan pemrosesan multibahasa.
Dalam hal pemrosesan gambar, integrasi AI memungkinkan smartphone mengoptimalkan kualitas gambar melalui algoritma untuk memberikan pengalaman visual yang lebih kaya.
Asisten cerdas, di sisi lain, menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami untuk memungkinkan interaksi manusia yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi dalam aktivitas kerja dan waktu luang. Pada saat yang sama, kemajuan dalam keterampilan pemrosesan multibahasa membantu mengatasi hambatan bahasa, memfasilitasi komunikasi dan pemahaman antar individu dari budaya berbeda. Oleh karena itu, ponsel pintar saat ini menjadi penghubung cepat antara manusia dan dunia yang semakin cerdas.
Rita El Khoury, editor senior di Android Authority, menjelaskan bahwa sama seperti jaringan data 4G yang telah merevolusi industri seluler dan memungkinkan penggunaan perangkat seluler secara luas, AI generasi berikutnya akan memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis ponsel pintar. AI Generatif, khususnya, memungkinkan ponsel pintar memberikan pengalaman interaksi yang lebih intuitif, personal, dan efisien, yang dapat membawa revolusi baru dalam pengalaman pengguna.
Pada diskusi panel, para influencer teknologi dari berbagai negara juga membahas bagaimana transformasi ponsel cerdas yang didukung AI telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan generasi muda.
Mulai dari cara mereka belajar dan bekerja hingga cara mereka berkomunikasi dan menghibur. Misalnya, dalam konteks pembelajaran, di lingkungan kelas tradisional, siswa terkadang kesulitan menyerap semua informasi penting karena tingkat pembelajaran mereka yang berbeda.
Namun, dengan bantuan kecerdasan buatan dan kamera ponsel pintar, siswa kini dapat dengan mudah membuat catatan di papan tulis atau slide presentasi, yang kemudian dapat diubah menjadi teks untuk pembelajaran yang lebih baik.
Alat pembelajaran cerdas seperti itu tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, namun juga memberi siswa lebih banyak waktu untuk berpikir kritis dan berpartisipasi dalam diskusi kelas.
Direktur Teknologi AI Realme Zixuan Wang mengatakan sebagai merek teknologi yang memahami kebutuhan konsumen muda, Realme terus berinovasi untuk memberdayakan generasi muda di seluruh dunia dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
“Banyak pengguna Realme merupakan profesional muda yang memulai karirnya dengan penuh semangat. Sama seperti semangat Realme, mereka ambisius, bangga, cerdas, dan percaya diri terhadap masa depan. Tujuan kami adalah memberdayakan generasi muda ini dengan kinerja yang andal dan inovatif. desainnya melebihi ekspektasi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas hidup,” ujarnya. AI dalam kehidupan sehari-hari
Demokratisasi teknologi dengan transisi dari AI ke ponsel pintar AI telah memungkinkan sebagian besar generasi muda di seluruh dunia merasakan manfaat AI. Pengenalan kecerdasan buatan pada smartphone tidak hanya akan memperkaya pengalaman pengguna dan memperkaya kreativitas, tetapi juga akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari di masa depan.
Analis teknis Indonesia Moldi Satria yang ikut serta dalam diskusi tersebut memberikan contoh bagaimana kecerdasan buatan pada ponsel pintar dapat membantu generasi muda menjalani gaya hidup sehat.
“AI dapat digunakan untuk mempersonalisasi rekomendasi tindakan berdasarkan kondisi kesehatan kita sebelumnya, dan AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan hasil. AI juga dapat digunakan untuk memantau tanda-tanda vital dalam tubuh. Jadi kalau kita punya kondisi, AI bisa menyehatkan. mengidentifikasi masalah kesehatan dan memberikan intervensi dini dan perawatan proaktif,” jelasnya.
Contoh lainnya, lanjut Moldie, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membuat rencana diet dan memantau kalori dalam tubuh. Hal ini hanya bisa dilakukan melalui smartphone. Tak hanya masalah fisik, AI juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan mental.
Misalnya, kecerdasan buatan dapat membantu menganalisis pola tidur kita untuk meningkatkan kualitas tidur, kata pemilik saluran YouTube Sobat Khape.
Realme sendiri mengambil langkah drastis untuk mendorong proses ini. Bersamaan dengan peluncuran Realme GT 6, Realme memperkenalkan teknologi AI berikutnya yang bertujuan untuk menjadikan AI lebih populer di kalangan generasi muda.
Dengan komitmen tersebut, Realme secara bertahap akan memperkenalkan kemampuan AI di seluruh produknya, termasuk seri GT, seri Number, dan seri C. AI tidak hanya terbatas pada smartphone andalan saja, namun juga mencerminkan misi Realme untuk menjadikan AI “populer”. dengan pemuda. pengguna di seluruh dunia. Simak Fitur Utama Realme 12 5G Resmi Diluncurkan di RI (rns/rns)