Jakarta –
Read More : Suka Kunyah Es Batu Gejala Anemia Defisiensi Besi, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kopi banyak dikonsumsi oleh banyak orang karena dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan. Umumnya kopi diminum pada pagi, siang, dan malam hari. Namun para ahli mengatakan bahwa kopi tidak boleh diminum terus-menerus.
Ada kalanya minum kopi tidak dianjurkan. Faktanya, hal tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Berikut waktu-waktu yang tidak dianjurkan untuk minum kopi: 1. Setelah bangun tidur di pagi hari
Kafein dalam kopi merupakan stimulan yang memberikan energi untuk bangun di pagi hari. Salah satu cara kafein melakukan hal ini adalah dengan meningkatkan jumlah kortisol dalam tubuh.
Meski kopi memiliki efek stimulasi yang baik sehingga membantu tubuh tetap terjaga, namun efek tersebut tidak bermanfaat jika dikonsumsi pada pagi hari setelah bangun tidur.
Karena secara biologis, hormon kortisol seseorang mencapai puncaknya antara jam 7 dan 8 pagi dan berangsur-angsur menurun sepanjang hari. Jadi pada titik ini, tubuh tidak membutuhkan tambahan kafein untuk tetap waspada.
“Di pagi hari, Anda secara alami melepaskan kortisol, yang membuat Anda lebih waspada dan lebih waspada terhadap lingkungan sekitar saat Anda bangun dari tidur,” kata Anthony DiMarino, ahli gizi di Cleveland Clinic, seperti dikutip.
Efek samping minum kopi di pagi hari bisa meningkatkan produksi kortisol. Beberapa orang mungkin senang dengan guncangan ekstra pada sistem mereka, sementara yang lain mungkin merasa lebih cemas, gelisah, atau mudah tersinggung.
Dia menambahkan: “Ketika kadar kortisol tetap tinggi, ada risiko kenaikan berat badan, diabetes, masalah jantung, dan masalah kesehatan lainnya yang lebih tinggi.”
Waktu lain yang dilarang minum kopi adalah pada sore hari, terutama saat hendak tidur. Minum kopi pada waktu ini dapat menyebabkan gangguan tidur dan kecemasan. Hal ini terjadi karena kandungan kafein pada kopi.
“Waktu paruh kafein adalah antara dua dan sepuluh, tergantung metabolisme seseorang,” kata DiMarino.
Oleh karena itu, dibutuhkan waktu minimal dua jam dan maksimal 10 jam bagi tubuh untuk menghilangkan separuh efek kafein dari secangkir kopi.
Namun, bagi sebagian orang dengan “gen kopi”, secangkir kopi di malam hari mungkin tidak menjadi masalah. Gen yang dimaksud adalah gen CYP1A2.
Gen CYP1A2 membantu tubuh memecah dan menghilangkan kafein. Beberapa orang sebenarnya memiliki dua salinan gen ini, yang membantu mereka memecah kafein lebih cepat dibandingkan orang yang hanya memiliki satu salinan gen tersebut.
Berikutnya: Saat kopi baru diseduh dan rasa kantuk hilang
(SAO/SUS)