Menyerang
Read More : Harga Terbaru Honda CR-V, Sekarang Tembus Segini
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan hari ini meninjau barang elektronik yang tidak memenuhi ketentuan di gudang importir di Serang, Banten.
Dari pemeriksaan tersebut, Zulhas, sapaan akrabnya, menemukan terdapat 40.282 unit barang elektronik impor yang tidak memenuhi standar keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup (K3L), buku petunjuk, dan kartu garansi (MKG), serta tidak memiliki sertifikat. sertifikat produk. menggunakan Tanda Standar Nasional (SPPT-SNI) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan impor barang elektronik yang disita tersebut melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2023, Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kegiatan Usaha dan Produk. dalam Implementasinya. Izin usaha berbasis risiko di bidang perdagangan.
Zulhas mewanti-wanti importir agar tidak menipu pemerintah dengan melanggar aturan. Dia memastikan pihaknya tidak segan-segan menutup bahkan mencabut izin impor bagi importir yang terus melanggar aturan.
“Iya tentu akan diperingatkan, musnahkan (barangnya). Kami sampaikan mungkin salah, mungkin salah. Kalau masih bandel tentu (izinnya) dicabut,” kata Zulhas. setelah itu hasil pantauan pasal-pasal yang tidak sesuai aturan di lapangan PT Global Mitra (GMI), Serang, Banten, Kamis (6/6/2024) akan ditinjau.
Dia memastikan, pihaknya akan terus memantau lapangan setiap bulannya. Pasalnya, jika produk impor tidak memenuhi standar masuk, maka dengan mudah bisa berkolaborasi dengan industri dalam negeri.
“Tapi kalau melanggar aturan kami, PKTN setiap bulan akan melakukan sidak pasar, yang tidak ada di salah satu mitra kami, cepat tahu namanya, jadi jangan main-main seperti itu, kalau mau dagang saya jalani saja. Tapi kalau aturannya dilanggar, pasti kita temukan dan kita hapus,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagian besar barang tersebut berasal dari Tiongkok. Ia mengatakan, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) telah memperketat aturan agar produk asal China tidak membanjiri negara tersebut.
Untuk itu, dia akan memperketat pengawasan agar barang impor yang tidak memenuhi aturan tersebut tidak membanjiri industri dalam negeri.
“Sekarang misalnya di Eropa, produk China tidak bisa masuk, Amerika Serikat tidak bisa masuk, mobil listrik tidak bisa masuk, ini tidak bisa dilakukan, tidak ada yang bisa dipungkiri. ‘Jangan biarkan produk-produk ini membanjiri tempat kita -‘ Jalannya adalah tidak pantas, tidak benar, apalagi melanggar ketentuan penutupan pabrik dan industri kita, “jelasnya. (rrd/rir)