Jakarta –
Read More : QJMotor Bangun Pabrik di Cikarang, Target Jualan Bisa 20 Ribu Unit/Tahun
Mobil sport Porsche Cayman hancur setelah kecelakaan menghantam bagian belakang truk, menewaskan pengemudinya. Anda tidak bisa mengendarai mobil sport seperti Porsche dengan tenaga besar.
Pengemudi truk yang ditabrak Porsche di Jalan Bidesari, Jakarta Pusat kemarin dini hari, Alam, mengatakan truknya sedang melaju di jalur lambat dengan kecepatan 65 km/jam saat kejadian. Menurutnya, pengemudi Porsche seharusnya sudah melihat truknya sebelum kecelakaan terjadi.
Alam mengatakan dampak hantaman Porsche menyebabkan truk terdorong. Ia mengatakan, truknya mengangkut 35 ton tepung sagu dari Lampung untuk dikirim ke Wonogiri, Jawa Tengah.
“Iya saya ambil jalur lambat, bukan jalur tengah atau jalur utama dan kalau dia benar-benar menguasai (kemudi) tidak mungkin dia (bisa) menyalip saya. Saya lihat dari armadanya semakin sulit. .dan lebih keras dan saya benar-benar merasa dia ada di belakang saya, sehingga saya malah mengalahkannya,” kata Alam, seperti dikutip detikNews.
Pakar keselamatan berkendara Sony Susmana yang juga Direktur Safety Driving Training Consultants (SDCI) menduga Porsche melaju kencang sebelum kecelakaan terjadi. Selain itu, mengendarai Porsche seperti ini memacu adrenalin. Itu sebabnya, menurut Sony, mengendarai mobil sport membutuhkan teknik yang baik dan emosi yang stabil.
“Mengendarai mobil sport memerlukan teknik yang mumpuni dan emosi yang stabil. Mengingat tenaganya yang besar, membuat pengendaranya harus membuka gas. Jadi tidak bisa disamakan dengan mobil standar,” kata Sony kepada detikOto.
Mengingat performanya yang tinggi, mengendarai Porsche seperti ini membutuhkan kehati-hatian pengemudi. Khususnya di jalan tol.
Ada batasan kecepatan 60-100 km/jam di jalan raya. Berhati-hatilah dalam menentukan kecepatan kendaraan. Perhatikan 3 hal: kebutuhan, keselamatan, dan kemampuan pengemudi, kata Sony.
Menurut dia, bahayanya sangat besar di jalan tol yang terkesan sepi. Oleh karena itu, ia berpesan kepada pengendara untuk tetap mengemudikan kendaraannya dengan hati-hati pada batas kecepatan.
Menurut Sony, jika pengemudi salah menangani mobilnya, maka mobil akan mengendalikan pengemudinya. Artinya, pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
“Sensitivitas pedalnya masih kurang bagus, jadi agak kaku saat mau berakselerasi atau melepas pedal gas. Sedangkan saat berakselerasi, deru mesin menimbulkan sensasi adrenalin. Dan di situlah kekuatan tenaganya. mesin berkuasa. , ”kata Sony.
Sebagai contoh, Porsche Cayman ini menggunakan mesin flat 6 berkapasitas 2.900cc yang disedot secara alami. Tenaga maksimalnya mencapai 265 kuda. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam mampu dilakukan dalam waktu 5,7 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 265 km/jam. Tonton “Porsche menabrak truk di tol pusat kota, pengemudi meninggal” (rgr/dry)