Jakarta –

Read More : Sederet Pembelaan Ammar Zoni Atas Tuntutan 12 Tahun Penjara

Perayaan Idul Adha Ustaz Yusuf Mansoor tahun ini sedikit berbeda. Biasanya dia dan keluarganya akan berkurban di Darul Quran, pesantren miliknya. Namun kali ini mereka meninggal di daerah terpencil di Indonesia.

Tujuannya, agar masyarakat di daerah terpencil yang kurang mampu bisa merasakan nikmatnya merayakan Idul Adha dengan menyantap daging kurban.

Ustaz Yusuf Mansour mengatakan: “Dengan izin Allah, kami sekeluarga tidak akan berkurban di sini, melainkan akan mengirimkan kurban ke pelosok. Alhamdulillah, ada pelosok di Jawa Barat, ada pelosok Jawa Timur, pelosok Jawa, dan pelosok Banten” ditemui di wilayah Tangerang, Banten, Senin (17 Juni 2024).

Tujuannya agar hal ini dapat dirasakan oleh masyarakat di pelosok, karena warga desa belum tentu makan daging. Semoga segala kurban diterima di sisi Allah, apapun bentuknya, lanjutnya.

Selain itu, ayah Wilda Mansoor mendoakan agar semua yang mengikuti Idul Adha mendapat pahala dan keberkahan di sisi Allah.

“Kerja keras panitia dan para penjagal akan dihargai dan mudah-mudahan menjadi berkah bagi yang menerimanya,” kata Youssef Masur.

Meski ia dan keluarga tidak berkurban di Pondok Pesantren Darul Quran, namun banyak yang memelihara hewan kurban di sana. Bahkan jika dihitung dari total cabang keluarga Tahfidz yang tersebar di seluruh Indonesia, ada lebih dari 1.000 hewan kurban yang ditugaskan untuk disembelih dan dibagikan kepada penduduk setempat.

“Total ada sekitar 13 ekor sapi dan 113 ekor kambing yang dititipkan kepada Darul Quran,” jelas Yusuf Mansoor.

“Darul Qurannya tidak hanya di sini, ada di mana-mana, dan kalau ditambah dengan rumah tahfidz, bisa lebih dari 1.000 karena di bawah tahfidz ada 1.600 rumah tahfidz,” tutupnya. Simak video “Pengadilan Negeri Tangerang Tolak Sidang Absensi Yusuf Mansour Rp 763 Juta” (ahs/want)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *