Penambah –
Read More : ‘The Power of Friendship’ Timnas Spanyol di Euro 2024
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bapak Sultan Hemengku Buwono (HB) punya jawaban bagus di sini.
Pak Sultan berbicara tentang proyek Beach Club yang dipertanyakan banyak orang dan telah menarik ribuan tanda tangan.
Berikut 3 komentar Bapak Sultan Hemengku Buwono (HB).
1. Lisensi Beach Club – Pemerintah Perumahan
Sultan H.
“Itu urusan Pemkab (Pemkab), ya saya tidak tahu. Itu dipilih tempatnya sesuai kesepakatan dengan pihak kediaman. Saya tidak tahu, izinnya bukan untuk daerah, tapi untuk daerah (Pemda DIY) ), Kamis (13/6/2024) kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kogatihan.
2. Tidak boleh ada bangunan di area kart
Sultan H.
“Kalau di [kawasan] gerobak yang dilindungi, itu juga tidak mungkin, hal seperti itu (izin dan kajian lingkungan) harus dilakukan dulu. Sekarang masalahnya, Rafi sudah mengajukan? Kalau belum? dia “tidak benar, “Kalau begitu kamu bisa mencari orang lain,” kata Sultan.
“Tapi kalau (diizinkan), ya itu urusan pemda ya, pemda yang salah. Di kawasan ini tidak boleh ada bangunan apa pun. Tapi sepertinya tidak (diterapkan), malah ada. kurang ajar saja,” lanjut Sultan.
3. Mengenai kewenangan penanaman modal Pemerintah Kabupaten
Meski demikian, Sultan mengatakan persoalan investasi bukan menjadi ranah pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah daerah DIY.
“Bukan tugas provinsi untuk mendapatkan izin lokasi di kabupaten dan kota untuk investasi jenis ini. Jadi saya belum tahu bagaimana prosesnya,” kata Sultan.
Rafi Ahmed telah mengumumkan kepergiannya dari proyek Beach Club
Sebelumnya, Rafi Ahmed mengumumkan batal rencana membangun beach club di Gunungkidul. Pengumuman itu muncul setelah permohonan ditolak karena pembangunan akan merusak Kawasan Pemandangan Alam (Nala) Gunung Sewu Kart.
Dalam keterangan video pada Rabu (12/6), Rafi Ahmed mengatakan, “Saya telah mengumumkan di sini bahwa saya menarik diri dari proyek ini.”
Rafi memahami kekhawatiran masyarakat terhadap proyek beach club yang dapat merugikan lingkungan. Rafi mengaku mengundurkan diri karena semua usahanya sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Bagi saya, apapun yang saya lakukan dalam usaha saya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, apalagi harus bisa memberikan fasilitas yang baik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunarianta Rafi Ahmed mengatakan, persetujuan pembangunan proyek beach club dan resort belum diberikan. Ia menegaskan, proyek tersebut hanya sebatas perbincangan.
Katanya, “Rafi Ahmed belum punya izin. Dia bicara soal investasi di tempat ini. Dia belum punya izin. Tapi pemberitaan di sini ibarat bangunan. Ada pembangunan, pembongkaran, dan sebagainya.” .
Berikut 10 berita wisata eksotik teratas selain Rafi Ahmed’s Beach Club: Saksikan video “Rafi Ahmed’s Gunungkidul Beach Club Hilang” (bnl/bnl)