Jakarta –

Read More : Klasemen Liga Italia: Inter Milan Gusur Napoli dari Puncak

Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Noor menekankan pentingnya kerja sama internasional di negara-negara ASEAN. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai ASEAN.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Konferensi ASEAN-Tea Networking yang diselenggarakan Kementerian Tenaga Kerja Malaysia di Jenewa, Selasa (6 November). Program Berbagi Forum Teh ASEAN adalah forum bagi negara-negara ASEAN untuk bertukar pikiran mengenai inisiatif-inisiatif utama seperti Dana Pelatihan Pengetahuan dan Tahun ASEAN 2025.

Afriansyah pada Rabu (12 Juni 2024) mengatakan, “Di tengah tekanan global, investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat penting.”

Afriansyah menegaskan, pemerintah harus memprioritaskan pengembangan keterampilan tenaga kerja, terutama bagi kelompok rentan seperti pemuda, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat berpenghasilan rendah, dan mereka yang bekerja di usaha kecil, kecil, dan menengah.

“Dengan fokus pada peningkatan keterampilan, kita dapat menciptakan tenaga kerja yang tangguh dan siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Afriansyah.

Afriansyah memuji kemajuan Malaysia dalam mengembangkan dana pendidikan sebagai model yang dapat diadopsi oleh negara-negara lain di kawasan.

“Program ini menunjukkan pentingnya upaya bersama untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan mendorong pembelajaran sepanjang hayat,” kata Afriansyah.

Rencana Malaysia untuk menyelenggarakan Dana Pendidikan ASEAN juga disambut baik. Menurutnya, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk mengatasi permasalahan akses terhadap pendidikan berkualitas, ketidaksesuaian keterampilan dan hambatan tenaga kerja di ASEAN.

Afriansyah menjelaskan: “Bersama para ahli dan mitra, kita dapat menemukan solusi baru dan menggunakan alat yang diperlukan untuk mengembangkan sumber daya manusia.”

Afriansyah juga menyoroti pentingnya Malaysia National Convention and Exhibition Centre/NHCCE 2024 yang akan membahas dampak kecerdasan buatan terhadap masa depan dunia.

“Kita perlu mempersiapkan tenaga kerja ASEAN untuk menghadapi perubahan yang dibawa oleh AI dengan memberikan keterampilan yang tepat,” kata Afriansyah.

NHCCE 2024 adalah forum di mana praktik terbaik dibagikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mendorong kerja sama internasional dalam pengembangan solusi kecerdasan buatan.

Selain itu, Afriansyah menekankan pentingnya kerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan dunia.

“ASEAN dapat menggunakan keahlian ILO dalam kebijakan pasar tenaga kerja untuk mendorong lapangan kerja yang lebih baik dan pembelajaran seumur hidup,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ASEAN dalam mengatasi keterampilan tingkat rendah dan transformasi ekonomi. Afriansyah juga menekankan perlunya meningkatkan akses terhadap pendidikan terjangkau, pelatihan vokasi dan informasi mengenai pasar tenaga kerja.

“Kita perlu bekerja sama untuk memastikan pekerja memiliki keterampilan yang mereka perlukan, termasuk literasi, teknologi ramah lingkungan, dan keterampilan teknis,” ujarnya.

Kerja sama ini diperlukan untuk melindungi aktivitas ketenagakerjaan di kawasan ini dan di seluruh dunia serta untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan perekonomian.

Afriansyah menyampaikan dukungan Indonesia terhadap NHCCE 2024 dan berharap dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia berterima kasih kepada Malaysia yang menjadi tuan rumah sesi berbagi ini dan menyoroti pentingnya forum ini dalam memperkuat kerja sama dalam mengembangkan tenaga kerja kompetitif ASEAN.

“Mari kita semua berinvestasi pada sumber daya kita yang berharga, kawan. Dengan bekerja sama dan berbagi pengalaman, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga ASEAN,” tutup Afriansyah. (ncm/misalnya)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *