Jakarta –

Read More : 3 Minuman yang Berisiko Memicu Penyakit Stroke, Hati-hati

Menteri Perhubungan (Menhab) Budi Karya Sumadi mengungkapkan kementeriannya telah mendapat pagu indikatif sebesar Rp 24 triliun untuk tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapenas. Namun, Budi menyebut jumlah tersebut. dianggap tidak cukup.

Karena itu, Budi mengaku sudah menyurati Menteri Keuangan Shri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas untuk meminta kenaikan anggaran Kementerian Perhubungan. Diperlukan tambahan anggaran agar berbagai program Kementerian Perhubungan bisa terlaksana secara maksimal.

“Kami sampaikan, dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Bapenas, kami telah menerima Rp24 triliun, dan itu menunjukkan komposisi belanja pegawai, barang, dan modal dalam tren menurun, apalagi jika belanja modal dikurangi setelahnya. Produktivitas program-program yang ada akan terganggu,” kata Budi di Gedung DPR RI, Rabu (5/6/2024).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, berdasarkan sumber pendanaan, 50% pagu indikatif Kementerian Perhubungan pada tahun 2025 atau Rp 12,46 triliun akan berasal dari rupiah murni. Sisanya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp4,36 triliun, Badan Usaha Jasa (BLU) Rp1,97 triliun, Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) Rp4,04 triliun, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN): sebanyak Rp1,91 triliun. . triliun

Berdasarkan catatan pihaknya, Budi menjelaskan, terjadi penurunan SBSN anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2025 yang sangat tajam. Sementara itu, keseluruhan pagu indikatif Kementerian Perhubungan turun 35% dari anggaran tahun 2024, khususnya mulai tahun 2024. Rp42,59 triliun (2023) menjadi Rp24 triliun. Untuk itu, Budi kembali mengatakan diperlukan tambahan anggaran agar proyek Kementerian Perhubungan dapat terlaksana secara maksimal.

“Secara keseluruhan, pagu indikatif tahun 2025 sebenarnya terlihat turun sebesar 13 triliun rupiah atau 35%, dan disini saya ingin sampaikan bahwa SBSN dan rupiah murni turun signifikan dibandingkan tahun 2024. Rupee murni terdepresiasi 1,5. triliun Rp, kemudian callnya juga turun dan SBSN juga mengalami penurunan signifikan hingga 80%,” tutup Budi.

Saksikan juga video “Menteri Perhubungan terpaksa menegur Garuda karena menunda haji”.

(rd/rir)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *