Fianjaya.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari, yang telah meninggal dunia pada usia muda. Kepergian Naufal meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia olahraga, khususnya di Jawa Timur dan Indonesia.
Read More : Cara Mengaktifkan Eye Tracking iOS 18 dan Daftar iPhone yang Mendukung
“Innalillahi wa innailaihi rojiun, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kehilangan ini sangat besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia olahraga Jawa Timur dan Indonesia,” ungkap Khofifah dalam sambutannya.
Naufal, Atlet Berprestasi dengan Dedikasi Tinggi
Naufal Takdir Al Bari dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki prestasi luar biasa. Lahir di Kuala Pembuang pada 12 Maret 2006, Naufal menunjukkan bakat luar biasa di dunia senam sejak remaja. Ia meraih berbagai prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan kejuaraan tingkat nasional. Naufal merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
Khofifah juga memuji Naufal sebagai anak yang baik dan sholeh serta sangat friendly terhadap teman-temannya. Kepergian Naufal meninggalkan kenangan manis bagi banyak orang yang pernah bekerja sama dan berinteraksi dengannya.
Kabar duka datang saat Naufal mengalami kecelakaan fatal di pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Penza, Rusia, pada Kamis, 25 September. Saat latihan di alat palang (high bar), Naufal mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera parah. Meskipun sempat mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak dapat tertolong. Kejadian ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya perhatian terhadap keselamatan atlet dalam setiap kegiatan latihan.
Baca juga: Nggak Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran? Mungkin Kena Post Holiday Blues
Prosesi Pemakaman yang Khidmat di Gresik
Setelah proses repatriasi jenazah, Naufal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tlogopojok, Gresik, pada Jumat, 3 Oktober. Ratusan pelayat, termasuk keluarga, sahabat, sesama atlet, dan masyarakat, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Khofifah bersama jajaran pemerintah daerah, Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), perwakilan KONI, dan pimpinan UNESA turut hadir dalam prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat.
Kepergian Naufal Takdir Al Bari mengingatkan kita akan pentingnya membina dan menjaga keselamatan atlet, serta menghargai dedikasi mereka dalam dunia olahraga. Semoga prestasi dan kerja keras Naufal menjadi teladan bagi generasi muda yang ingin mengharumkan nama bangsa melalui dunia olahraga.
