Jakarta –

Read More : Ada 214 Kasus HMPV di Jakarta Sejak 2023, Simak Lagi Cara Pencegahannya

Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) telah membuka suara terhadap dokter-dokter asing yang dikatakan membantu sektor kesehatan di negara ini untuk “meningkatkan kelas” dalam hal kualitas. Menurut PB IDI, kebijakan serupa juga banyak terjadi di negara lain.

Ketua Umum PB IDI Dr Muhammad Adeeb Kumidi mengatakan hal tersebut sah-sah saja jika kebijakan tersebut mendukung kebutuhan ketahanan kesehatan dan mampu merespons permasalahan kesehatan. Meski demikian, Adib menegaskan regulasi yang ketat karena kunjungan dokter asing harus benar-benar yang terbaik.

“Keamanan kesehatan, kepentingan Warga Negara Indonesia (WNI) adalah hal yang harus diutamakan. Namun pada dasarnya di setiap negara, kita tidak bisa mencegah bebasnya arus dokter asing antar negara.” Konferensi pers, Selasa (28/5/2024).

“Tapi semua negara punya regulasi yang selektif, tidak mudah (dokter asing masuk) karena jangan sampai masyarakat Indonesia hanya dijadikan pasar jasa,” ujarnya.

Baca https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7352612/menkes-budi-mau-dapatkan-dokter-asing-tiru-suksesnya-timnas-bola-indonesia

PB IDI menyatakan, dokter asing yang masuk ke Indonesia harus diseleksi secara ketat dan memiliki kemampuan lebih tinggi dari rata-rata dokter Indonesia. Menurutnya, hal ini merupakan respons terhadap keadilan pelayanan kesehatan serta persoalan gaji dokter asing dan dokter Indonesia.

“Nanti kalau kita bicara, akan ada dokter asing, mempunyai kewenangan yang sama dengan di Indonesia, dan tidak masuk dalam kategori pendidikan dan pelatihan, tujuan kemanusiaan, kunjungan ahli, atau penelitian kontak pasien. Yang harusnya, ini pemerataan kesehatan. layanan,” kata Adib.

“Jangan sampai satu orang diberi gaji yang lebih tinggi padahal WNI yang gajinya lebih rendah. Sekalipun memiliki kualifikasi yang sama, itu adalah konsep keadilan yang adil,” imbuhnya.

Menurut Adib, harus ada pemeriksaan administratif yang lebih ketat terhadap kualifikasi dokter asing. Ia mencontohkan Singapura hanya mau menerima dokter asing yang mempunyai gelar tertinggi dari universitas tertentu.

Baca juga

(Devandra Abi Prasetyo/atas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *