Yahudi
Read More : Phuket Tak Mau Festival Songkran Jadi Arena Petaka Lagi
PKC mengatakan ada 660 unit ikan yang dikelola untuk mengekspor produk perikanan ke pasar Korea.
Ini sesuai dengan Kementerian Domestik dan Perikanan (CCP) untuk membujuk otoritas Korea (NFQS-RED), yang menambahkan entitas pemrosesan ikan (sungai) yang dapat diekspor ke Korea.
Kepala PKC Ishartini mengatakan PKC dan NFQS adalah 2024. Korea akhirnya mengumumkan bahwa Eksportir PKC 11 telah disetujui untuk diekspor ke Indooma Bola CV Segabar Laamari Samara Samara Samari. Bi vifffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffiver fifiy fifiy, pti ohi, pts ohi, ptoo, dan bio nelayan.
Dari 2025 11 April, 11 sungai yang menerapkan kegiatan ekspor ikan ke Korea.
Isharini dalam laporannya mengatakan, “Korea menambahkan 11 sungai, sehingga jumlah total sungai yang dapat mengekspor 660 unit, ini adalah buah manis dari tawar -menawarnya (6/4/2025).
Ishartini menjelaskan bahwa Indonesia dan Korea memiliki perjanjian bilateral tentang asuransi kualitas dan ekspor pada perikanan dan ekspor dan ekspor dan ekspor ikan yang menguntungkan manfaat penangkapan ikan. Selain itu, PKC, kebijakan nasional dan perikanan, serta otoritas yang kompeten, serta otoritas SJMKHP, dapat memastikan bahwa sistem dengan lancar memiliki Standar Internasional Internasional (Pengakuan).
“Dengan kesusahan dengan Korea, kita dapat membuat pra-asuransi Hulu-huli di atas dan hambatan berubah, kita akan menerima kecuali mengelolanya,” tambahnya.
Ketika jumlah ikan ikan yang terdaftar di luar negeri, Ishartini optimis tentang fakta bahwa agen kualitas PKC dapat lebih berkontribusi pada keberlanjutan perikanan dan kesehatan masyarakat.
“Total 9 perikanan yang disertifikasi oleh lembaga berkualitas, kecuali kualitas perikanan Indonesia juga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan berkualitas, jadi mengurangi penolakan.” (Rea / kt)