Jakarta –

Read More : Serbu! Diskon Melimpah 50% + 20% di Transmart Full Day Sale Hari Ini

Ketergantungan kita terhadap energi bahan bakar fosil kini mengkhawatirkan mengingat meningkatnya emisi CO2. Terlebih lagi, tantangan perubahan iklim kini mulai menunjukkan wujudnya dengan banyak terjadinya bencana alam dan fenomena alam lainnya.

Pada saat energi terbarukan berada dalam masa transisi, Indonesia perlu memikirkan bagaimana memastikan pasokan energi yang memadai dan terjangkau. Harapannya, ketersediaan energi dan upaya penurunan emisi karbon dapat berjalan berdampingan di Indonesia.

Apakah ini mungkin?

Ketersediaan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) diharapkan menjadi jalan tengah antara efisiensi energi, penurunan emisi, dan harga energi yang terjangkau. Emisi karbon yang dihasilkan melalui CCS dapat diasingkan sehingga tidak terlepas ke atmosfer. Karbon yang ditangkap kemudian disuntikkan ke dalam tanah.

Tidak berbahaya, bukan? Apa saja potensi kebocoran selama penangkapan, pengangkutan, dan penyimpanan CO2? Benarkah CCS sebenarnya merupakan cara bagi perusahaan energi kecil untuk melanjutkan praktik greenwashing mereka?

Dalam episode terbaru Podcast Rejected Poor bersama Kepala Pengembangan Bisnis ICCSC, Deophane S. Putri, โ€œPenangkapan dan Penyimpanan Karbon dalam Bom Bumi, Berbahayakah?โ€ Dengarkan jawabannya. Klik widget di bawah untuk mendengarkan atau menemukan podcast Push the Poor di Spotify dan saluran podcast lainnya.

(eds/eds)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *