Jakarta –

Read More : Jadwal Liga Italia Akhir Pekan Ini: Juventus Vs Milan, Atalanta Vs Napoli

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlanga Hartanto melakukan kunjungan kehormatan pada Nikkei Forum for Future Asia ke-29 di Jepang. Dalam kesempatan tersebut, Airlanga menjelaskan potensi ekonomi digital Indonesia dan pentingnya keanggotaan dalam Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Airlanga bertemu dengan salah satu pemimpin Nikkei. Jumat (24/5) Daisuke Arakawa berada di gedung utama Imperial Hotel di Tokyo.

Dijelaskannya, perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan sehingga banyak lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya sebesar 3% (year-on-year) pada tahun 2024.

Namun fundamental perekonomian Indonesia tetap menunjukkan stabilitas, sehingga tingkat ketahanan Indonesia terhadap guncangan global akan relatif kuat dan terkendali. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2024 sebesar 5,11% (year-on-year), dan laju inflasi pada bulan April 2024 sebesar 2,5±1%, berada dalam kisaran sasaran sebesar 3,00% (year-on-year). .

“Indonesia merupakan salah satu dari lima negara teratas di G20 dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% dan salah satu dari lima negara dengan inflasi terendah, sehingga kami yakin dapat mempertahankan situasi ini,” kata Airlanga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24 Mei 2024).

Airlanga menjelaskan ekonomi digital Indonesia saat ini bernilai US$90 miliar dan akan mencapai US$130 miliar pada tahun 2025.

Hal ini juga sejalan dengan semakin besarnya potensi ekonomi digital di kawasan ASEAN yang berpenduduk hampir 600 juta jiwa. Dengan diterapkannya Digital Economy Framework Agreement (DEFA), nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN akan mencapai US$2 triliun pada tahun 2030, dan banyak lembaga penelitian memperkirakan akan mencapai US$1 triliun.

Airlanga mencontohkan, selain persoalan keamanan jaringan dalam pemanfaatan teknologi digital, ketersediaan infrastruktur digital juga menjadi salah satu persoalan dalam meningkatkan ketersediaan jaringan.

“Saya kira keamanan siber akan selalu menjadi isu dalam ekonomi digital. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi fiber optik sebagai solusi penyediaan konektivitas Internet ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tujuan banyaknya CEO perusahaan teknologi global berkunjung ke Indonesia, Airlanga menjelaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjadikan ekonomi digital sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi berikutnya.

“Indonesia punya 10 unicorn dan dua decacorn,” ujarnya.

Kali ini, Airlanga dan Daisuke membahas banyak isu lain, antara lain soal hilirisasi, rencana kunjungan Sekjen OECD ke Jakarta, pangsa pasar otomotif Indonesia, dan pentingnya bergabung dengan OECD bagi Indonesia.

“Selain peluang untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, bergabung dengan OECD akan memungkinkan Indonesia memasuki fase kedua reformasi ekonomi dengan mengkalibrasi praktik terbaik negara lain. Dengan cara ini, kami berharap semakin banyak investasi yang masuk ke Indonesia ,’ tutupnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *