Jakarta –

Read More : Andrew Andika Ditangkap Terkait Narkoba, Ini 5 Hal yang Terjadi saat Konsumsi Sabu

Panas ekstrem yang melanda sebagian besar Meksiko telah menewaskan puluhan orang di berbagai negara bagian dalam beberapa pekan terakhir. Departemen kesehatan setempat juga mengumumkan pada hari Kamis bahwa suhu yang lebih tinggi diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Ahli meteorologi mengatakan fenomena cuaca yang dikenal sebagai “kubah panas” menjebak udara panas di Teluk Meksiko bagian selatan dan Amerika Tengah bagian utara, menyebabkan suhu meningkat hingga 45 derajat Celcius (113 derajat Fahrenheit) di beberapa daerah.

Menurut pihak berwenang, 22 orang meninggal akibat panas antara 12 Mei dan 21 Mei, sehingga jumlah total kematian sejak 17 Maret menjadi 48 orang. Sebagai perbandingan, gelombang panas hanya menewaskan dua hingga tiga orang pada periode yang sama pada tahun 2022 dan 2023.

Menurut DW, gelombang panas ketiga yang saat ini melanda Meksiko adalah bagian dari lima gelombang panas yang diperkirakan terjadi pada bulan Maret hingga Juli.

Selain itu, suhu yang sangat panas di Meksiko telah menyebabkan kekeringan di beberapa daerah, membebani jaringan listrik dan berdampak pada satwa liar, termasuk kematian 130 monyet howler karena dugaan dehidrasi.

Protes pecah di beberapa daerah karena persediaan air berkurang akibat curah hujan di bawah rata-rata.

Di sisi lain, National Autonomous University of Mexico memperkirakan suhu akan semakin tinggi dalam 10 hingga 15 hari ke depan.

Beberapa wilayah di Amerika Tengah dan Amerika Serikat bagian selatan, termasuk Texas dan Florida, juga mengalami panas ekstrem. Panas yang tidak biasa akibat fenomena meteorologi yang sama juga melanda Guatemala, Belize, El Salvador, Honduras, Republik Dominika, dan Haiti. Tonton video “Gelombang panas melanda India, warga menyemprotkan air ke jalan” (suc/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *