Jakarta –
Read More : Wow! Haji Isam Borong Ribuan Ekskavator dari China
Negara bagian timur Australia, Kaledonia Baru, merupakan daerah otonom khusus milik Perancis. Selain itu, ternyata pulau tersebut mempunyai kekerabatan yang erat dengan Indonesia.
Kaledonia Baru adalah negara yang dipimpin oleh kepala pemerintahan dan diawasi oleh kepala negara Perancis. Negara ini kini tengah dilanda kerusuhan akibat konflik pemilu.
Konflik tersebut terjadi seperti yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Kerusuhan di sepanjang jalan, mobil-mobil rusak berserakan dan berbagai macam kekacauan lainnya.
Selain mengalami situasi serupa, Kaledonia Baru juga memiliki sentuhan Indonesia karena terdapat ribuan warga etnis Indonesia dan Jawa di sana. Mengapa? Sangat jauh dari Perancis
Meski berada di bawah otonomi khusus Perancis, Kaledonia Baru berjarak sangat jauh dari Perancis, yakni kurang lebih 17.000 km dari Metropole atau pusat Perancis. Negara ini sebenarnya lebih dekat dengan Australia pada jarak 1.500 km dan Selandia Baru pada jarak 1.800 km.2. Nama tersebut diambil karena mirip dengan Kaledonia di Skotlandia
Melansir situs Kemlu.go.id, Jumat (17/5/2024), pulau ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah Inggris, James Cook. Ia menemukannya pada tanggal 4 September 1774 dan melihat bahwa kawasan tersebut mirip dengan kampung halamannya, Kaledonia di Skotlandia.
Kemudian pemerintahan Perancis di bawah kepemimpinan Napoleon III secara resmi menaklukkan wilayah Kaledonia Baru pada tahun 1853. Tempat ini pernah digunakan sebagai penjara bagi narapidana dan tahanan politik antara tahun 1864-1879.3. Pertama, kelompok etnis Jawa dan lainnya mengambil alih
Prancis mulai mendatangkan warga negara Eropa dan mengeksplorasi sumber daya mineral. Mereka juga mendatangkan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, pada tahun 1896.
Namun mayoritas penduduk di sana masih etnis asli Kanak atau Melanesia sebesar 41,21 persen dan keturunan Eropa sebesar 24,13 persen. Sementara itu, terdapat pula etnis pendatang baru seperti keturunan Indonesia sebanyak 1,39 persen atau sebanyak 3.786 orang. Serta ada pula etnis Walis & Futuna 8,3 persen, Tahiti 1,98 persen, Vanuatu 0,85 persen, dan Vietnam 0,82 persen.
Sebagian besar etnis Indonesia merupakan keturunan buruh dari Pulau Jawa yang didatangkan pemerintah Perancis dari Hindia Belanda pada tahun 1896.
Secara historis, migrasi pertama dari Jawa ke Kaledonia Baru dilakukan berdasarkan perjanjian Perancis-Belanda. Saat itu, pekerja dipindahkan sebanyak 170 orang pada tanggal 16 Februari 1896. Kemudian, selama 55 tahun (1896-1949), sebanyak 19.510 pekerja diangkut dengan sekitar 87 kapal.4. Ada yang berbahasa Jawa
Bahasa resmi Kaledonia Baru adalah bahasa Prancis. Namun terdapat 28 bahasa etnis lainnya, misalnya Melanesia/Kanak, Wali, Futuna, Tahitian, Vietnam, dan Jawa.
Bahasa Jawa Ngoko disebut sebagai bahasa sehari-hari masyarakat diaspora Indonesia di Kaledonia Baru hingga generasi keempat. Kemudian dilanjutkan dengan penyebaran bahasa Indonesia di Kaledonia Baru pada tahun 1970an. Ada monumen untuk warga negara Indonesia
Besarnya kontribusi WNI terhadap pembangunan Kaledonia Baru juga diakui oleh pemerintah di sana. Hal ini terlihat dari didirikannya monumen memperingati 100 tahun kedatangan bangsa Indonesia di kawasan Vallon du Gaz, Baye de I’Orphelinat pada tahun 1996.
Selain itu monumen ini juga tersebar di kota-kota lain seperti La Foa, Farino, Bourail dan Kone.6. Komunitas RI kuat
Sejak tahun 1984, Perhimpunan Rakyat Indonesia dan Katurunan (PMIK) didirikan untuk memelihara dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Bahkan ketika Bernard Grasset menjabat sebagai Komisaris Tinggi Perancis untuk Kaledonia Baru (1988–1991), kebudayaan Indonesia dicanangkan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Kaledonia Baru.
Setiap tanggal 16 Februari, PMIK menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan kedatangan bangsa Indonesia. Selain itu, masih banyak organisasi dan keturunan diaspora Indonesia yang didirikan di Kaledonia Baru.7. Surga Penyelam
Salah satu daya tarik Kaledonia Baru adalah lokasi laguna terbesar di dunia. Selain itu, mereka juga memiliki terumbu penghalang terbesar kedua dan cagar laut terbesar dengan luas lebih dari 1,3 juta kilometer persegi. Hal ini membuat Kaledonia Baru disebut sebagai surganya para penyelam.
Laguna ini jelas cocok untuk selancar angin, selancar layang, snorkeling, kano, menyelam, atau berenang. Di laut yang berenang bisa menemukan ikan kakatua, ikan tenggiri dan ikan eksotik lainnya.
Namun pergi ke Kaledonia Baru masih berisiko tinggi karena saat ini sedang dilanda kerusuhan. Oleh karena itu, wisatawan yang suka berkunjung ke tempat ini bisa mencobanya di kemudian hari.
Saksikan video “Penampakan Seram di Kaledonia Baru, Mobil Terbakar” (wkn/fem)