Jakarta –
Read More : Mentan Pede Cadangan Beras RI Capai 4 Juta Ton
Organisasi Statistik Pusat (BPS) mencatat impor barang -barang konsumen sebelum Ramadhan atau Februari 2025, senilai $ 1,47 miliar. Harga ini menurun sebesar 10,61 % bulanan dan 21,05 % setiap tahun.
Pemimpin BPS Amalia Edeninggar Woodenity mengatakan bahwa karena banyak barang, pengenalan barang konsumen, yang mengurangi impor, dikurangi. Mitra utama adalah produk dasar.
“Mitra terpenting dalam mengurangi impor konsumen, Amalia mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin (19/17/2025), yang harganya $ 60 juta per bulan.”
Berdasarkan data BPS, impor oranye Mandarin turun US $ 29,2 juta menjadi US $ 15,7 juta. Demikian pula, dengan pengenalan Apple Fresh, yang turun $ 17,9 juta menjadi US $ 13,2 juta dan merica (kering atau dikeringkan tanpa ground), turun dari $ 16 juta menjadi US $ 0,4 juta.
Selain itu, mitra utama dalam mengurangi impor barang konsumen berasal dari daging hewan dan beras.
“Lalu daging hewan itu, yang satu bulan ke bulan, adalah US $ 44,8, HS 10 atau sereal, terutama dalam nasi, satu bulan ke bulan dengan US $ 37,8.”
Seperti diketahui, pemerintah berusaha untuk tidak memperkenalkan beras ke Indonesia tahun ini. Produksi domestik membaik.
“Impor barang -barang konsumen telah turun sebesar 14,28 %,” katanya, menambahkan bahwa pengurangan impor beras adalah 13,78 % karena pengurangan impor beras dibandingkan tahun lalu, karena berkaitan dengan ketersediaan pasokan beras ke domestik.
Juga tonton video: Sebelum Ramadhan, berapa biaya bahan memasak?
(ACD/ACD)