Jakarta –
Read More : Viral Cewek Bule di Bali Twerking Sambil Berdiri di Atas Motor
Menurut pemberitaan, Presiden Iran Ibrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada Sabtu (19/5). Kematian mendadak diperkirakan mempengaruhi kondisi politik dan ekonomi negara.
Tentu saja ketidakpastian ini dapat mempengaruhi hubungan diplomatik dan ekonomi Iran dengan negara lain, termasuk Indonesia.
Berdasarkan catatan Diticcom, Presiden Lacey secara pribadi mengunjungi Indonesia pada Mei 2023 dan mencapai kesepakatan mengenai 10 proyek kerja sama kedua negara. Kunjungan ini disambut langsung Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.
Dalam diskusi tersebut, Indonesia dan Iran sepakat untuk bekerja sama di berbagai bidang termasuk kesehatan, ekonomi, dan teknologi. Secara khusus, kedua negara menandatangani Perjanjian Perdagangan Awal (PTA) untuk bekerja sama di bidang ekonomi.
Naskah Perjanjian PTA ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hassan (Zulhas) dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdulalyan, serta disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Iran. Ibrahim Lacey.
“Hari ini Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan preferensial, PTA, dan kita berharap perdagangan antara Indonesia dan Iran dapat semakin meningkat,” kata Jokowi dalam konferensi pers Mei tahun lalu yang disiarkan secara virtual.
Jokowi mengatakan, pihaknya telah memulai kerja sama bisnis (B2B) di bidang investasi IKN dan bidang energi migas.
“Saya dan Presiden Raisi juga sedang menjalin kesepakatan bisnis-ke-bisnis di mana kita akan melakukan investasi dalam pengembangan permodalan dan solusi investasi di sektor migas Indonesia,” kata Jokowi.
Selanjutnya, Joko mendorong BUMN untuk bekerja sama dan melakukan transfer teknologi bioteknologi dan nanoteknologi di bidang kesehatan, energi, pertanian, dan perlindungan lingkungan hidup.
Diketahui, perundingan PTA pertama antara Indonesia dan Iran diadakan di Medan, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 25-26 November 2010.
Setelah perjanjian PTA Indonesia-Iran ditandatangani, langkah selanjutnya adalah kedua negara meratifikasi atau meratifikasi perjanjian tersebut sesuai aturan dan ketentuan masing-masing. Lebih lanjut, perjanjian PTA Indonesia-Iran dapat dilaksanakan dan digunakan oleh pelaku komersial.
Selain kerja sama tersebut, Detikcom melaporkan, pemerintah Indonesia dan Iran tengah menggalakkan berbagai bentuk kerja sama bilateral, seperti Jaminan Produk Halal (JPH), untuk mengembangkan teknologi pertanian di Indonesia.
Namun dengan meninggalnya Presiden Lacey, masih terdapat ketidakpastian apakah kolaborasi ini dapat dilanjutkan. Setidaknya sampai pemerintahan berikutnya mengambil kendali atas Iran dan menjamin kelanjutan kerja sama antara kedua negara. (FNL/FNL)