Jakarta –
Read More : Warga Thailand Sulit Bernapas di Tengah Ngerinya Polusi, 350 Sekolah Ditutup
Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam tipe studi TB baru (TB) tipe M72. Ini adalah langkah penting mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia.
Indonesia berada di peringkat kedua di dunia dalam sekitar 1.090.000 kasus. india memiliki 2,8 juta kasus di India dan lebih dari 741 ribu kasus di Cina.
Dr.AAA di Direktur Penyakit Menular Agustina di Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes), MKM, MKM, mengatakan bahwa vaksin itu bebas untuk masyarakat.
“Ini adalah salah satu tanggung jawab manajemen saat ini bahwa vaksin TB ini termasuk dalam program pemerintah. Karena kami secara serius menghapus eliminasi TBC pada tahun 2030 dan mencapai tujuan nasional dan global,” kata Dr. Ina pada hari Senin di acara majalah online (24.3.2012).
Survei vaksin TB M72 ini termasuk dalam pemeriksaan klinis Fase 3. Peneliti nasional Vaksin TB Nasional, Prof. Dr. Erlina Burhan, MSC, SPP (K) memperkirakan bahwa vaksin ini akan tersedia pada akhir 2028.
Studi ini termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK), Universitas FK Padjadjaran, Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit Universitas di Universitas Indonesia dan Jakarta Cempaka Putih -Rumah Sakit Islamik. Sejauh ini, 1.839 orang telah berpartisipasi dalam target 2000 peserta.
“Pada tahap ini, vaksin TB yang diteliti sebenarnya adalah 15 kandidat sejak September 2024. Enam kandidat telah pindah ke langkah 3, ini adalah langkah terakhir, tes klinis ketiga. Salah satu yang paling canggih adalah M72, yang saat ini sedang dipelajari di Indonesia,” Prof. Erlina dalam situasi yang sama.
Selain Indonesia, Afrika Selatan, Kenya, Sambia dan Malawi, mereka terlibat dalam penelitian ini. Sebelum pemeriksaan klinis 2B, efektivitas vaksin M72 menunjukkan hingga 50-54 %.
Karena jumlah subjek meningkat dalam 3 uji klinis Fase 3, Prof. Erlina berharap efisiensi dapat meningkat.
“Kami berharap lebih banyak. Tetapi ketentuan WHO, jika efisiensi telah melebihi batas 50 %, itu cukup baik,” kata Prof. Erlina. Mengapa membuat vaksin TB baru?
Profesor Erlina mengatakan bahwa vaksin TB saat ini, BCG (Bacillus Calmette-Guér), tidak efektif untuk remaja dan orang dewasa. Selain itu, vaksin BCG juga sangat lama, jadi Anda memerlukan opsi vaksin baru yang dapat bekerja lebih baik.
“BCG ini telah ada lebih dari 100 tahun yang lalu, ditemukan pada tahun 1921, dan ternyata dalam kasus TB itu tak terbatas dan bahkan meningkat pada tahun -tahun tertentu. Ini menunjukkan bahwa vaksin tidak cukup efektif selama orang dewasa,” katanya.
Profesor Erlina mengingatkan vaksin BCG agar tetap efektif dalam mencegah tuberkulosis anak -anak. Jika terinfeksi, keparahan pengalaman anak -anak tentang infeksi TB dapat dikurangi secara efektif.
Itu sebabnya dia mendesak orang tua untuk tidak ragu untuk memberikan vaksin BCG kepada anak -anak. Menurut Asosiasi Anak Indonesia (IDAI), vaksin BCG diberikan kepada anak-anak berusia 0-1 bulan.
Kementerian Kesehatan berharap bahwa vaksin M72 ini kemudian dapat menjadi solusi untuk menekan kejadian TBC pada 388, 100 ribu kasus pada tahun 2024, 65 /100 ribu kasus pada tahun 2030. Mortalitas tuberkulosis diperkirakan akan berkurang kemudian.
“Mari berharap bahwa kasus vaksin TB turun pada tahun 2030 Temukan video” Video: Indonesia adalah negara kedua dengan penyakit TB terbanyak di dunia “(AVK/KNA)