Jakarta –
Read More : Dewa Siwa Jadi Latar Kelab Malam di Bali, Umat Hindu Mau Somasi
Karena gelombang besar, Pinsi dihancurkan dan tersebar di Laban Bajo.
Insiden diadakan pada hari Jumat (31.3.2025) pukul 3:00 pagi. Pinisi Pransley Jalsen Brod Labuan Bajo tidak jauh dari hotel Merura, jangkar adalah jangkar di rumah.
Perahu wisata menabrak ombak dan angin kencang untuk bertabrakan di pantai. Pinisi menyala dengan tanggul dari batu besar.
Labuan Bajgar Bajgar Bajgar dan Kepala Manajemen Pelabuhan, Stephenus Ruskin, mengatakan hasil dari hasil waktu ekstrem disebabkan oleh pembrok kapal. Akibatnya, kapal menabrak dan hancur.
“Gelombang besar disertai dengan angin kencang dan angin kencang 20-30 node yang akan melanggar kapal sehingga kapal jatuh di pantai dan menabrak tanggul sehingga kapal itu dipukul,” kata kapal itu, “kata kapal itu. Kata Stephenus.
Stephenus menjelaskan bahwa ketika insiden di Pinisi (ABK) di Pinisi. Untungnya dia membaca.
Pantai tampaknya telah runtuh, dan kapal hanya menyisakan konstruksi dasar. Bagian lain dari kapal rusak dan tersebar oleh sampah lain di sekitar kapal.
Stephenus lebih lanjut mengatakan: “Penunjukan perlindungan kapal, menamai kapal, beri nama kapal sehingga aliran dan pekerjaan kapal lain dan tidak mengikat tubuh kapal sehingga tidak mengalir.”
Labuan Baja dan waktu ekstrem di sekelilingnya
Waktu ekstrem, seperti hujan kencang dan angin kencang dengan intensitas sedang di Labuan Bajo dan area NTT lainnya, berlangsung hingga 3 Februari.
Badan Meterologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para nelayan untuk menyadari potensi gelombang tinggi untuk air Bajo Labuan dan daerah sekitarnya karena waktu yang berlebihan.
——-
Artikel ini disiarkan di Dotakbi. Lihat video “Pinisi Brod on Luban Bazae Wave Wave” (Diperbarui / Diperbarui)