Jakarta –

Read More : Menyemai Harapan dari Desa untuk Bumi yang Lebih Hijau

Orca yang jumlahnya tidak diketahui menenggelamkan perahu layar. Kawanan orca terdampar di perairan Maroko di Selat Gibraltar.

Mengutip CNN, Kamis (16/5/2024), layanan penyelamatan laut Spanyol melaporkan hal tersebut pada Senin (13/5). Perilaku orca baru telah masuk dalam daftar serangan dalam empat tahun terakhir.

Cognac Alboran yang panjangnya 15 meter dan membawa dua orang, menemukan predator di laut. Disebut juga paus pembunuh, pertemuan itu akan berlangsung pada Minggu (12/5) pukul 09.00 waktu setempat.

Penumpang melaporkan adanya benturan mendadak pada lambung dan kemudi sehingga menyebabkan air masuk ke dalam kapal. Setelah memperingatkan tim penyelamat, sebuah kapal tanker minyak terdekat membantu mereka ke Gibraltar.

Kapal terguncang dan akhirnya tenggelam.

Insiden tersebut merupakan contoh terbaru serangan paus di sekitar Selat Gibraltar yang memisahkan Eropa dari Afrika dan pantai Atlantik Portugal dan barat laut Spanyol.

Para ahli meyakini ada sejumlah kecil sekitar 15 orang yang diberi julukan “Gladis”.

Menurut kelompok riset GTOA, yang memantau populasi subspesies orca Iberia, terdapat hampir 700 interaksi sejak serangan orca terhadap kapal di kawasan tersebut. Insiden pertama dilaporkan pada Mei 2020.

Para peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan perilaku ini. Teori yang paling populer adalah bahwa mamalia menunjukkan rasa ingin tahu, perilaku sosial, atau dengan sengaja menargetkan apa yang mereka lihat sebagai pesaing untuk daging favorit mereka, tuna sirip biru.

Meski dikenal sebagai paus pembunuh, orca yang terancam punah ini merupakan bagian dari keluarga lumba-lumba. Panjangnya bisa mencapai delapan meter dan berat enam ton ketika sudah dewasa.

Tonton video “Kawanan paus pembunuh terperangkap di lautan es di lepas pantai Hokkaido” (msl/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *