Batavia –
Read More : Zulhas Sebut Rp 14 T dari Dana Desa Bakal Dialokasikan buat Ketahanan Pangan
Pemerintah telah melonggarkan harga grosir (HET) beras hingga 31 Mei 2024. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan rencana pelonggaran harga HET beras ke depan.
Ketua Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya kini sedang mempersiapkan Badan Organisasi HET (Perbadan) baru untuk segera diimplementasikan. Sebelumnya, skema HET beras mulai dinaikkan pada 10 Maret 2024.
Relaksasi HET untuk beras ini sudah dua kali diperpanjang. Pertama pada tanggal 24 April 2024. Kemudian diperpanjang kembali hingga tanggal 31 Mei 2024.
“Khusus HET beras sampai 31 Mei (ingin diperpanjang lagi), jadi sekarang sedang kita kerjakan agar bisa ditentukan,” kata Arief saat ditemui di Smesco Indonesia, Batavia, (17/5/2024).
Oleh karena itu, Arief tidak menjelaskan kapan Perbadan didirikan. “Tunggu, oke,” tambahnya.
Sebelumnya, Arief menjelaskan, kenaikan HET beras dilakukan demi stabilitas uang dan harga beras premium tetap pada tingkat konsumsi. Kenaikan HET beras ini berlaku untuk jenis beras premium dengan kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram (kg) dibandingkan HET sebelumnya masing-masing negara.
Misalnya di Jawa, Lampung, dan Sumsel Rp 14.900, sebelumnya Rp 13.900 per kilogram. Kemudian wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepulauan Jambi, dan Bangka Belitung dibanderol Rp15.400, sebelumnya Rp14.400 per kilogram. Kemudian wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi Rp15.400, sebelumnya Rp14.400 per kilogram.
Setelah itu wilayah Nusa Tenggara Timur Rp15.400, sebelumnya Rp14.400 per kilogram. Region Sulawesi seharga Rp 14.900, sebelumnya Rp 13.900 per kilogram.
Wilayah Kalimantan seharga Rp 15.400, sebelumnya Rp 14.400 per kilogram. Selanjutnya wilayah Moluku menjadi Rp15.800, sebelumnya Rp14.800 per kilogram. Terakhir, wilayah Papua harganya Rp15.800, sebelumnya Rp14.800 per kilogram. (eds/eds)