Jakarta –

Read More : Apakah Aman Minum Kopi Setiap Hari? Ini Penjelasan Pakar Nutrisi Harvard

Sering Tidur Bikin Badan Mudah Gemuk? Di sisi lain, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berat badan tidak terkendali ketika Anda cenderung bangun terlambat.

Bukan berarti Anda harus tidur terus-menerus jika ingin kurus, namun pola makan dan olahraga mempunyai pengaruh yang besar. Kedua hal ini penting, kebutuhan tidur harus dipenuhi jika seseorang ingin lebih baik dalam mengatur berat badannya.

Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 35 persen orang dewasa tidur kurang dari 7 jam sehari. Normalnya, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam sehari untuk tidur.

Beberapa penjelasan hubungan tidur dengan berat badan dirangkum sebagai berikut 1. Tidur Singkat Tingkatkan Risiko Obesitas?

Tidur singkat, yakni kurang dari 6-7 jam sehari, dalam beberapa penelitian terbukti berhubungan dengan indeks massa tubuh (BMI). Artinya, tidur pendek dikaitkan dengan risiko obesitas.

Dikutip dari Healthline, analisis terhadap 20 penelitian yang mencakup 300.000 orang dewasa mengungkapkan bahwa risiko obesitas meningkat sebesar 41 persen pada orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam. Sebaliknya, mereka yang tidur 7-9 jam tidak mengalami risiko obesitas.

Penelitian lain mengkonfirmasi hubungan antara kelompok umur yang berbeda. Risiko obesitas akibat kurang tidur diamati pada setiap kelompok umur sebagai berikut: Anak-anak: 40 persen peningkatan risiko Anak-anak: 57 persen peningkatan risiko Dewasa muda: 123 persen peningkatan risiko Dewasa: 30 persen peningkatan risiko. persentase.2. Tidur mengurangi nafsu makan

Tidur yang cukup dapat mencegah asupan kalori berlebihan yang dapat memicu terjadinya obesitas. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur meningkatkan nafsu makan dan asupan kalorinya.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur mengonsumsi lebih dari 385 kalori per hari. Sebagian besar berasal dari lemak.

Nafsu makan yang meningkat diyakini berkaitan dengan efek hormon ghrelin dan leptin yang produksinya dipengaruhi oleh siklus tidur.3. Pilihan makanan akan lebih baik jika Anda cukup tidur

Tidur malam yang nyenyak juga berkaitan dengan pilihan makanan sehat. Hal ini diyakini berdampak pada fungsi otak dalam pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh tidur yang cukup.

Dengan kurang tidur, otak kesulitan memilih makanan sehat dan sulit menahan godaan untuk mengonsumsi makanan enak. Selain itu, makanan juga lebih merangsang bagian “pusat penghargaan” otak saat orang tidur.

Berikutnya: Hindari ngemil yang tidak perlu

Tonton video “Perhatikan Tanda-tanda Obesitas Berikut” (atas/atas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *