Jakarta –

Read More : Wow, Keren Amad!

Selama 100 hari administrasi presiden, Subion mengambil tindakan terhadap penyelundupan barang. Menteri Keuangan Sri Mulani Indravati mengatakan bahwa penyelundupan mencapai 4,06 triliun. RP.

Sri Mulani mengatakan biayanya adalah 6187 tindakan selama 100 hari kerja. Potensi kerugian yang dapat dicegah oleh pemerintah.

“Dari 6187 langkah-langkah dibuat 2657 bukti, yang sekarang dikendalikan oleh negara dan dimiliki oleh negara,” kata Sri Mulani pada konferensi pers tentang hasil kegiatan yang diimpor dan ekspor di wilayah Jawa Timur 2024-2025, siaran siaran siaran siaran melalui YouTube Kemenko Polkam Ri, (Rabu (25.05.2025).

Ukuran tersebut diperoleh dari berbagai tempat, 49% di pelabuhan, 15% dari bandara, 10% di pantai dan lainnya, misalnya di jalan raya atau daerah.

Penggunaan barang -barang penyelundupan dilaksanakan oleh berbagai kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, mengoordinasikan Kementerian Politik, Polisi, TNI, Jaksa Agung Agung, Kementerian Kementerian Perdagangan, Kementerian Industri, Kementerian Industri, Kementerian Industri, Kementerian Industri, Kementerian, Kementerian, Kementerian Karantina dan K/L lainnya.

Dalam kasus yang sama, ketika Menteri Koordinasi untuk Urusan Politik dan Aman (Menko Polk Comb), Gunovan mengatakan bahwa barang dari penyelundupan, termasuk tembakau, minuman beralkohol, tekstil dan aksesori, baja, elektronik, kosmetik, kayu dan ratan.

“Tabel ini juga telah berhasil memberikan potensi penjaga bios dari hewan dan tumbuhan, penyelundupan, seperti monyet, babi, burung, ayam, lobster, daging, beras, burung pipit dan biji -bijian, buah -buahan dan tanaman hias,” katanya.

Woetter mengatakan biaya penyelundupan 100 hari sesuai dengan 42,40% dari saham pada tahun 2024. Tahun lalu pemerintah mengambil 37.264 langkah dengan nilai 9,66 triliun. RP.

“Semua hasil ini menunjukkan tingkat keparahan Mr. President’s Grave Underflow dalam hal melakukan tindakan atau tindakan yang ditetapkan pada zat ilegal yang mengendalikan untuk menjaga stabilitas ekonomi kita dan kemudian melindungi konsumen dari barang berbahaya, serta untuk perlindungan dan mereka Perhatian pemerintah terhadap industri negara negara itu, termasuk UKM, ”katanya.

(Di sana/HNS)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *