Jakarta –
Read More : Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Bebas Polusi agar Healing Tenang dan Bahagia
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki 2 Direktur Jenderal (DG) dan 1 badan baru sebagai. Ini sesuai dengan penguatan operasi sebagai lembaga strategis langsung di bawah Presiden Pabovo Subanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indravati mengatakan struktur baru organisasi Echelon I adalah Departemen Umum Strategi Ekonomi dan Keuangan; Direktur Umum Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan; dan agensi untuk teknologi, informasi keuangan, dan intelijen.
“Memperkuat kertas dilakukan dengan memperburuk visi yang dikutip di Instagram @smindrabati, Senin (20.01.2025).
Sri Mulyani mengatakan kementerian pemeran.
“Melalui posisi yang lebih strategis, Kementerian Keuangan harus bekerja, seperti biasa, harus bekerja di luar bisnis,” katanya.
Selain penguatan institusional, Sri Mulyan mengatakan Kementerian Keuangan harus dilakukan, yang merupakan perubahan dalam proses bisnis sejak awal, terkonsentrasi dalam proses, berdasarkan hasil.
“Kementerian Keuangan harus mencapai yang terbaik untuk mempertahankan peran APBN sebagai alat utama dan menyediakan sebanyak mungkin bagi penduduk Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga melakukan diskusi dalam waktu dua hari (16-17 Januari 2025) dengan Kementerian Keuangan Eselon 1 di Pusat Pelatihan Anggaran dan Treasury, Gadog, Bogor. Tujuannya adalah untuk membahas analisis Kementerian Kegiatan Keuangan pada tahun 2024 dalam hal pendapatan, biaya, indikator ekonomi makro, manajemen organisasi dan langkah -langkah masa depan.
Struktur organisasi baru tambahan terkandung dalam Peraturan Presiden (Perprive) No. 158 tahun 2024, tentang Kementerian Keuangan, yang berlaku sejak 3 November 2024. Peraturan telah menggantikan peraturan sebelumnya berdasarkan Izin No. 57 tahun 2020.
Dengan demikian, struktur organisasi Kementerian Keuangan terdiri dari Sekretaris Jenderal; Direktur Umum Strategi Ekonomi dan Keuangan; Direktur Anggaran Umum; Direktur Pajak Umum; Direktur Umum Bea Cukai dan Cukai; Direktur Umum Perbendaharaan; Direktur Negara Umum; Direktur Saldo Keuangan Umum; Direktur Umum untuk Manajemen Keuangan dan Risiko; dan Direktur Umum Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Lalu ada jenderal jenderal lain di bawah ini; Teknologi, Informasi Keuangan dan Kecerdasan; dan agen keuangan dan pelatihan. Sementara komposisi di tingkat personel ahli masih sembilan, tetapi staf organisasi khusus, birokrasi dan teknologi informasi telah dihapus dan diganti sebagai personel berpengalaman untuk pendapatan negara non -dating (PNBP). (Help/HNS)