Jakarta –
Read More : Dukung Industri Kreatif, wondr by BNI Hadirkan Indonesia Comic Con 2024
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi Tim Gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) TNI Angkatan Laut yang berhasil mencegah penyelundupan benih udang murni (BBL) di Perairan Jambi, Jumat (10/5) lalu. Benih lobster murni senilai Rp 46,8 miliar berjumlah 52 dus yang berhasil diolah.
Dalam 52 kotak sampel terdapat 277.800 benih lobster pasir dan mutiara, dimana 1 kotak berisi 300 kantong plastik berisi 200 benih bersih. Kerugian negara akibat kejahatan ini diperkirakan mencapai Rp46,8 miliar.
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Publisitas dan Humas Doni Ismanto mengaku puas dengan upaya TNI Angkatan Laut mengamankan benih lobster bersih tersebut.
“Atas nama Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut yang turut serta menjaga aset kita karena BBL adalah aset dalam negeri kita,” kata Doni Ismanto kepada awak media saat jumpa pers Lobster d benih di Lantamal III, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Doni mengatakan, di luar negeri, harga benih lobster murni bisa berkisar 1-2 dolar, sehingga ia berharap kerja sama antara PKC dan TNI Angkatan Laut dapat terus memperkuat penyelundupan BBL pertahanan.
“Lobster ini umurnya tidak panjang (umurnya), makanya kita harus berterima kasih sekali lagi kepada TNI AL. Untuk menghidupkan BBL ini, sejak ditangkap susah, lagi-lagi untuk bernafas, laut dan menstabilkannya tidak mudah. , ” dia berkata.
Sementara itu, Danlanal Palembang Kolonel Marinir (P) Sandy Kurniawan mengatakan TNI AL sebelumnya telah melanggar undang-undang benih lobster yang menelan biaya Rp 15 miliar di Banyuasin, Sumsel. Dari sana, tim TNI AL mendapatkan informasi adanya penyelundupan benih udang ke luar negeri pada 10 Mei.
Penangkapan kali ini bermula saat Satgas Gabungan melakukan survei di perairan Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur pada Kamis (9/5) malam. Sekitar pukul 23.17 WIB, tim gabungan menemukan perahu mencurigakan yang ditutupi terpal melintasi perairan lambat menuju wilayah laut yang diawasi tim penyekatan.
Saat tim mengamati dan mengejar perahu, pelaku menambah kecepatan sehingga polisi terus mengejar dan melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan tidak dihiraukan pelaku sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan kedua.
Melalui operasi ini, polisi juga menyita 1 perahu kayu Pompong GT3 yang digunakan empat pelaku bernama MS (31), SL (42), HT (30) dan MR (23) untuk mengirimkan benih udang gratis yang hendak dibawa. Singapura.
“Empatnya warga lokal, petani dan di dalam (perahu) kita temukan 52 kotak yang diduga benih lobster. Jadi tadi kita tangkap sepuluh dua kotak, sekarang sudah kita tangkap 52 kotak,” imbuh Sandy.
Kini, lanjut Sandy, pelaku sudah diamankan untuk dilakukan evaluasi guna dimintai keterangan lebih lanjut. Tonton video “TNI Ungkap Motif Serda Adans Bunuh Iwan Eks Bintara Casis Lanal Nias” (prf/ega)