Probolinggo –
Read More : Traumanya Suami Istri Sebangku di Pesawat dengan Mayat
Panorama unik ditampilkan di pantai Mayangan Probolinggo. Jutaan ubur-ubur berenang di pantai. Meski demikian, warga sekitar tetap bersantai dan berenang di sana.
Mereka masih menikmati suasana dan bersantai berenang di tepi pantai. Mereka tidak merasa khawatir dengan jutaan ubur-ubur yang mati lemas.
Meski begitu, petugas keamanan pantai telah mengimbau dan mengimbau pengunjung pantai untuk tetap waspada saat berenang. Pasalnya, ubur-ubur bisa menyengat dan menimbulkan rasa gatal pada kulit.
Selain menimbulkan rasa gatal, sengatan ubur-ubur juga bisa menyebabkan infeksi. Hal itu biasa terjadi jika kita terkena ubur-ubur hitam.
Fenomena serbuan ubur-ubur di Pantai Teluk Mayangan Kota Probolinggo kerap terjadi setiap tahunnya. Fenomena ini karena ubur-ubur akan mencari air hangat.
Kemunculan ubur-ubur ini biasanya terjadi pada pagi, siang, dan malam hari. Selain karena airnya yang hangat, ubur-ubur juga muncul karena makanan planktonnya banyak terdapat di pantai setempat.
Tak hanya warna sederhana, warna putih, biru, dan ubur-ubur juga bisa dilihat di pantai ini.
Salah satu warga sekitar, Nanik Ismiati mengatakan, warga tidak takut karena kemunculan ubur-ubur merupakan hal biasa. Warga pun percaya bahwa air laut yang hangat bisa menjadi terapi kesehatan.
Kami percaya berenang di laut itu terapi untuk menyembuhkan. Meski kelihatannya banyak ubur-ubur, tapi itu wajar dan kami tetap menikmatinya, kata Nanik, Senin (13/ 13). 5).
Hal itu diungkapkan pengunjung Pantai Pelabuhan Mayangan, Izam Rahardian. Menurutnya, meski diketahui banyak ubur-ubur, namun ia mengatakan yang terlihat tidak berbahaya sehingga tidak perlu ditakuti.
“Tadi aku jalan kaki, tidak sakit, ini baru musim semi, jadi tidak perlu takut. Malah berenang lebih seram karena ada ubur-ubur yang menempel. Biasanya aku datang ke sini sepulang sekolah atau liburan sekolah.” ,” kata Izam.
——
Artikel ini muncul di detikJatim.
Saksikan video “29 Wisatawan Pantai Parangtritis Disengat Ubur-Ubur Biru” (wsw/wsw)